Jumat, 06 Februari 2026

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

 


Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif



وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَأَيْنَاهَا تَفْعَلُ مَا لَا تفعل الأدوية الْحِسِّيَّةُ، بَلْ تَصِيرُ الْأَدْوِيَةُ الْحِسِّيَّةُ عِنْدَهَا بِمَنْزِلَةِ أَدْوِيَةِ الطَّرْقِيَّةِ عِنْدَ الْأَطِبَّاءِ، وَهَذَا جَارٍ عَلَى قَانُونِ الْحِكْمَةِ الْإِلَهِيَّةِ لَيْسَ خَارِجًا عَنْهَا، وَلَكِنَّ الْأَسْبَابَ مُتَنَوِّعَةٌ، فَإِنَّ الْقَلْبَ مَتَى اتَّصَلَ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ، وَخَالِقِ الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ، وَمُدَبِّرِ الطَّبِيعَةِ وَمُصَرِّفِهَا عَلَى مَا يَشَاءُ كَانَتْ لَهُ أَدْوِيَةٌ أُخْرَى غَيْرُ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي يُعَانِيهَا الْقَلْبُ الْبَعِيدُ مِنْهُ الْمُعْرِضُ عَنْهُ، وَقَدْ عُلِمَ أَنَّ الْأَرْوَاحَ مَتَى قَوِيَتْ، وَقَوِيَتِ النَّفْسُ وَالطَّبِيعَةُ تَعَاوَنَا عَلَى دَفْعِ الدَّاءِ وَقَهْرِهِ، فَكَيْفَ يُنْكَرُ لِمَنْ قَوِيَتْ طَبِيعَتُهُ ونفسه، وفرحت بقربها من بارئها، وأنسهابه، وَحُبِّهَا لَهُ، وَتَنَعُّمِهَا بِذِكْرِهِ، وَانْصِرَافِ قُوَاهَا كُلِّهَا إلَيْهِ، وَجَمْعِهَا عَلَيْهِ، وَاسْتِعَانَتِهَا بِهِ، وَتَوَكُّلِهَا عَلَيْهِ، أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ لَهَا مِنْ أَكْبَرِ الْأَدْوِيَةِ، وَأَنْ تُوجِبَ لَهَا هَذِهِ الْقُوَّةُ دَفْعَ الْأَلَمِ بِالْكُلِّيَّةِ، وَلَا يُنْكِرُ هَذَا إِلَّا أَجْهَلُ النَّاسِ، وَأَغْلَظُهُمْ حِجَابًا، وَأَكْثَفُهُمْ نَفْسًا، وَأَبْعَدُهُمْ عَنِ اللَّهِ وَعَنْ حَقِيقَةِ الْإِنْسَانِيَّةِ، وَسَنَذْكُرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ السَّبَبَ الَّذِي بِهِ أَزَالَتْ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ دَاءَ اللَّدْغَةِ عَنِ اللَّدِيغِ الَّتِي رُقِيَ بِهَا، فَقَامَ حَتَّى كَأَنَّ مَا بِهِ قَلَبَةٌ «١» .📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

Dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan,

"Kami dan orang lain telah mencoba banyak hal dari jenis ini (pengobatan spiritual/ruqyah) dan kami melihatnya memberikan dampak yang tidak dapat dilakukan oleh obat-obatan fisik (medis). Bahkan, obat-obatan fisik terkadang menjadi seperti obat rendahan (tidak efektif) di sisi pengobatan tersebut. Hal ini berjalan sesuai dengan hukum hikmah Ilahi, tidak keluar darinya, namun penyebabnya memang beragam.

Sesungguhnya, ketika hati terhubung dengan Rabb semesta alam, Sang Pencipta penyakit dan obat, serta Pengatur alam dan Pengelola kehendak-Nya, maka ia akan memiliki obat-obatan lain yang berbeda dengan obat yang diusahakan oleh hati yang jauh dan berpaling dari-Nya. Telah diketahui bahwa ketika ruh menguat, serta jiwa dan tabiat (fisik) menguat, keduanya bekerja sama untuk menolak dan menaklukkan penyakit.

Maka, bagaimana mungkin diingkari bagi orang yang kuat tabiat dan jiwanya, gembira karena kedekatannya dengan Penciptanya, merasa tenteram dengan-Nya, mencintai-Nya, menikmati dzikir kepada-Nya, mengarahkan seluruh kekuatannya kepada-Nya, mengumpulkan tekad pada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya, bahwa itu semua menjadi obat terbesar baginya? Dan kekuatan ini mengharuskan tertolaknya rasa sakit secara keseluruhan.

Tidak ada yang mengingkari ini kecuali orang yang paling bodoh, yang paling tebal penghalangnya (dari kebenaran), yang paling kotor jiwanya, dan yang paling jauh dari Allah serta jauh dari hakikat kemanusiaan. Kami akan menyebutkan, insya Allah, penyebab bagaimana bacaan Al-Fatihah menghilangkan penyakit sengatan pada orang yang disengat (kalajengking) yang diruqyah dengannya, sehingga ia bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa padanya."

Kutipan ini berasal dari kitab "Zad al-Ma'ad" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, yang menjelaskan tentang keutamaan pengobatan spiritual/ruqyah (termasuk Surat Al-Fatihah) di atas pengobatan fisik semata ketika didasari keimanan yang kuat.


Jumat, 30 Januari 2026

Keunggulan Pengobatan Yang Bersumber dari Wahyu Ilahi




Keunggulan Pengobatan Yang Bersumber dari Wahyu Ilahi


وَأَيْنَ يَقَعُ هَذَا وَأَمْثَالُهُ مِنَ الْوَحْيِ الَّذِي يُوحِيهِ اللَّهُ إِلَى رَسُولِهِ بِمَا يَنْفَعُهُ وَيَضُرُّهُ، فَنِسْبَةُ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الطِّبِّ إِلَى هَذَا الْوَحْيِ كَنِسْبَةِ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعُلُومِ إلى ما جاءت به الأنبياء، بل ها هنا مِنَ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي تَشْفِي مِنَ الْأَمْرَاضِ مَا لم يتهد إِلَيْهَا عُقُولُ أَكَابِرِ الْأَطِبَّاءِ، وَلَمْ تَصِلْ إِلَيْهَا علومهم وتجاربهم، و؟؟؟ ن الْأَدْوِيَةِ الْقَلْبِيَّةِ، وَالرُّوحَانِيَّةِ، وَقُوَّةِ الْقَلْبِ، وَاعْتِمَادِهِ عَلَى اللَّهِ، وَالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ، وَالِالْتِجَاءِ إلَيْهِ، وَالِانْطِرَاحِ وَالِانْكِسَارِ بين يديه، والتذلل له، والصدقئة، وَالدُّعَاءِ، وَالتَّوْبَةِ، وَالِاسْتِغْفَارِ، وَالْإِحْسَانِ إِلَى الْخَلْقِ، وَإِغَاثَةِ الْمَلْهُوفِ، وَالتَّفْرِيجِ عَنِ الْمَكْرُوبِ، فَإِنَّ هَذِهِ الْأَدْوِيَةَ قَدْ جَرَّبَتْهَا الْأُمَمُ عَلَى اخْتِلَافِ أَدْيَانِهَا وَمِلَلِهَا، فوجودا لَهَا مِنَ التَّأْثِيرِ فِي الشِّفَاءِ مَا لَا يَصِلُ إِلَيْهِ عِلْمُ أَعْلَمِ الْأَطِبَّاءِ، وَلَا تَجْرِبَتُهُ، وَلَا قِيَاسُهُ.
كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Di manakah posisi ilmu kedokteran mereka (para dokter) dan yang semisalnya jika dibandingkan dengan wahyu yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya mengenai apa yang bermanfaat dan membahayakan manusia?

Perbandingan antara ilmu kedokteran yang mereka miliki dengan wahyu ini، sama seperti perbandingan antara ilmu pengetahuan mereka dengan apa yang dibawa oleh para Nabi. Bahkan, di dalam wahyu terdapat obat-obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak sanggup dijangkau oleh akal para dokter besar, serta tidak tersentuh oleh ilmu dan pengalaman mereka.

Obat-obat tersebut adalah obat-obat hati dan spiritual, seperti:
• Kekuatan hati dan bersandar kepada Allah.
• Tawakal dan berlindung kepada-Nya.
• Menghinakan diri dan merasa butuh di hadapan-Nya.
• Sedekah, doa, taubat, dan istighfar.
• Berbuat baik kepada sesama, membantu orang yang kesulitan, dan melapangkan beban orang yang tertimpa musibah.

Sungguh, obat-obat ini telah dibuktikan oleh berbagai bangsa dengan latar belakang agama yang berbeda-beda, dan mereka menemukan efek penyembuhan yang tidak bisa dicapai oleh ilmu, eksperimen, maupun logika dokter yang paling hebat sekalipun."

📚  Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi karya Ibnul Qoyyim  halaman 10.

Jumat, 23 Januari 2026

Ath-Thibbu An-Nabawi Lebih Tinggi Tingkatannya daripada Pengobatan Manusia Biasa



Ath-Thibbu An-Nabawi Lebih Tinggi Tingkatannya daripada Pengobatan Manusia Biasa


ونحن نقول: إن ها هنا أَمْرًا آخَرَ، نِسْبَةُ طِبِّ الْأَطِبَّاءِ إِلَيْهِ كَنِسْبَةِ طِبِّ الطَّرْقِيَّةِ وَالْعَجَائِزِ إِلَى طِبِّهِمْ، وَقَدِ اعْتَرَفَ بِهِ حُذَّاقُهُمْ وَأَئِمَّتُهُمْ، فَإِنَّ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ بِالطِّبِّ مِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: هُوَ قِيَاسٌ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ هُوَ تَجْرِبَةٌ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ هُوَ إِلْهَامَاتٌ، وَمَنَامَاتٌ، وَحَدْسٌ صَائِبٌ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: أُخِذَ كَثِيرٌ مِنْهُ مِنَ الْحَيَوَانَاتِ الْبَهِيمِيَّةِ، كَمَا نُشَاهِدُ السَّنَانِيرَ إِذَا أَكَلَتْ ذَوَاتِ السُّمُومِ تَعْمِدُ إِلَى السِّرَاجِ، فَتَلَغُ فِي الزَّيْتِ تتداوى به، وكما رؤيت الْحَيَّاتُ إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بُطُونِ الْأَرْضِ، وَقَدْ عَشِيَتْ أَبْصَارُهَا تَأْتِي إِلَى وَرَقِ الرَّازِيَانِجِ، فَتُمِرُّ عُيُونَهَا عَلَيْهَا. وَكَمَا عُهِدَ مِنَ الطَّيْرِ الَّذِي يَحْتَقِنُ بِمَاءِ الْبَحْرِ عِنْدَ انْحِبَاسِ طَبْعِهِ، وَأَمْثَالُ ذلك مما ذكر في مبادىء الطِّبِّ.

كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Dan kami katakan: Sesungguhnya di sini (dalam الطب النبوي / Pengobatan Nabawi) terdapat perkara lain, yang mana nisbah (perbandingan) ilmu kedokteran para dokter dibandingkannya adalah seperti perbandingan pengobatan dukun jalanan dan nenek tua dibandingkan dengan ilmu kedokteran mereka (para dokter).

Para dokter yang mahir dan para tokoh mereka pun telah mengakui hal tersebut. Sesungguhnya ilmu kedokteran yang mereka miliki ada yang mengatakan: itu berasal dari qiyas (analogi), ada yang mengatakan dari tajribah (eksperimen/pengalaman). Ada pula yang mengatakan itu berasal dari ilhammimpi-mimpi, dan firasat yang benar.

Bahkan ada yang mengatakan: Banyak dari ilmu tersebut diambil dari hewan-hewan ternak (binatang); sebagaimana kita saksikan kucing (al-sananir) jika memakan hewan berbisa, ia akan menuju lampu minyak lalu menjilat minyaknya untuk mengobati diri. Sebagaimana pula terlihat ular-ular ketika keluar dari perut bumi dalam keadaan pandangan yang kabur, ia mendatangi daun raziyanaj (fennel/adas sowa) lalu mengusapkan matanya ke daun tersebut. Dan sebagaimana diketahui dari burung yang menyuntikkan air laut (ke duburnya) ketika mengalami sembelit. Dan contoh-contoh serupa lainnya yang disebutkan dalam prinsip-prinsip ilmu kedokteran."

Poin Utama dari pemaparan tersebut :

• Keunggulan Wahyu: Ibnu Qayyim menegaskan bahwa pengobatan yang bersumber dari Nabi (Wahyu) jauh lebih tinggi tingkatannya daripada pengobatan manusia biasa.

• Asal-Usul Kedokteran: Beliau menyebutkan bahwa kedokteran manusia berasal dari pengamatan alam, uji coba, bahkan meniru insting hewan yang diberikan Tuhan.

• Kerendahan Hati Ilmiah: Beliau rahimahullah ingin menunjukkan bahwa jika dokter manusia belajar dari hewan, maka tentu belajar dari Sang Pencipta (melalui lisan Nabi) jauh lebih utama.

Jumat, 16 Januari 2026

Adanya Korelasi Antara Pola Makan dan Metode Pengobatan


 


Adanya Korelasi Antara Pola Makan dan Metode Pengobatan


وَالتَّحْقِيقُ فِي ذَلِكَ أَنَّ الْأَدْوِيَةَ مِنْ جِنْسِ الْأَغْذِيَةِ، فَالْأُمَّةُ وَالطَّائِفَةُ الَّتِي غَالِبُ أَغْذِيَتِهَا الْمُفْرَدَاتُ، أَمْرَاضُهَا قَلِيلَةٌ جِدًّا، وَطِبُّهَا بِالْمُفْرَدَاتِ، وَأَهْلُ الْمُدُنِ الَّذِينَ غَلَبَتْ عَلَيْهِمُ الْأَغْذِيَةُ الْمُرَكَّبَةُ يَحْتَاجُونَ إِلَى الْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ، وَسَبَبُ ذَلِكَ أَنَّ أَمْرَاضَهُمْ فِي الْغَالِبِ مُرَكَّبَةٌ، فَالْأَدْوِيَةُ الْمُرَكَّبَةُ أَنْفَعُ لَهَا، وَأَمْرَاضُ أَهْلِ الْبَوَادِي وَالصَّحَارِي مُفْرَدَةٌ، فَيَكْفِي فِي مُدَاوَاتِهَا الْأَدْوِيَةُ الْمُفْرَدَةُ، فَهَذَا بُرْهَانٌ بِحَسْبِ الصِّنَاعَةِ الطبية.
 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Dan penelitian mengenai hal tersebut adalah bahwa obat-obatan itu sejenis dengan makanan. Maka, suatu masyarakat atau kelompok yang mayoritas makanannya adalah makanan tunggal (alami/tidak diolah secara kompleks), maka penyakit mereka sangat sedikit, dan pengobatan mereka pun cukup dengan obat-obatan tunggal (herbal sederhana).

Sedangkan penduduk kota yang didominasi oleh makanan campuran (kompleks/olahan), mereka membutuhkan obat-obatan yang juga campuran (kompleks). Hal itu dikarenakan penyakit mereka umumnya bersifat kompleks, sehingga obat-obatan campuran lebih bermanfaat bagi mereka.

Adapun penyakit penduduk pedalaman dan padang pasir bersifat tunggal (sederhana), maka cukup bagi mereka pengobatan dengan obat-obatan tunggal. Ini adalah sebuah bukti (argumen) yang sesuai kaidah ilmu kedokteran."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 10.

Jumat, 09 Januari 2026

Dahulukan Berobat Dengan Makanan Sebelum Penggunaan Obat-obatan



Dahulukan Berobat Dengan Makanan Sebelum Penggunaan Obat-obatan


وَقَدِ اتَّفَقَ الْأَطِبَّاءُ عَلَى أَنَّهُ مَتَى أَمْكَنَ التَّدَاوِي بِالْغِذَاءِ لَا يُعْدَلُ عَنْهُ إِلَى الدَّوَاءِ، وَمَتَى أَمْكَنَ بِالْبَسِيطِ لَا يُعْدَلُ عَنْهُ إِلَى الْمُرَكَّبِ.

قَالُوا وَكُلُّ دَاءٍ قُدِرَ عَلَى دَفْعِهِ بِالْأَغْذِيَةِ وَالْحِمْيَةِ، لَمْ يُحَاوَلْ دَفْعُهُ بِالْأَدْوِيَةِ.

قَالُوا وَلَا يَنْبَغِي لِلطَّبِيبِ أَنْ يَوْلَعَ بِسَقْيِ الْأَدْوِيَةِ، فَإِنَّ الدَّوَاءَ إِذَا لَمْ يَجِدْ فِي الْبَدَنِ دَاءً يُحَلِّلُهُ، أَوْ وَجَدَ دَاءً لَا يُوَافِقُهُ، أَوْ وَجَدَ مَا يُوَافِقُهُ فَزَادَتْ كَمِّيَّتُهُ عَلَيْهِ، أو كيفيته،نشبت؟؟؟ بِالصِّحَّةِ، وَعَبَثَ بِهَا. وَأَرْبَابُ التَّجَارِبِ مِنَ الْأَطِبَّاءِ طِبُّهُمْ بِالْمُفْرَدَاتِ غَالِبًا، وَهُمْ أَحَدُ فِرَقِ الطِّبِّ الثَّلَاثِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩-١٠ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah di dalam kitabnya Ath-Thibbu An-Nabawi berkata :

"Para dokter telah sepakat bahwa selama pengobatan memungkinkan untuk dilakukan dengan makanan (pengaturan makanan), maka tidak boleh beralih menggunakan obat-obatan. Dan selama pengobatan memungkinkan dengan obat yang tunggal (sederhana), maka tidak boleh beralih kepada obat yang campuran (kompleks).

Mereka berkata: Setiap penyakit yang masih mungkin diatasi dengan pengaturan makanan dan pantangan (diet), maka janganlah mencoba mengatasinya dengan obat-obatan.

Mereka juga berkata: Tidak sepantasnya bagi seorang dokter memiliki kegemaran memberikan obat-obatan (secara berlebihan). Karena sesungguhnya obat itu, apabila tidak menemukan penyakit di dalam tubuh untuk diuraikan, atau menemukan penyakit namun obat tersebut tidak cocok dengannya, atau menemukan penyakit yang cocok namun dosisnya (kuantitas) atau kadarnya (kualitas) melebihi batas, maka obat tersebut akan merusak kesehatan dan mengganggunya. Para dokter ahli pengalaman (empiris) mayoritas pengobatannya menggunakan obat-obatan tunggal (herbal sederhana), dan mereka adalah salah satu dari tiga aliran kedokteran."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 9-10.

Kamis, 01 Januari 2026

Penggunaan Obat-obatan Tunggal dan Obat-obatan Campuran


 

Penggunaan Obat-obatan Tunggal dan Obat-obatan Campuran


فَكَانَ مِنْ هَدْيِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِعْلُ التَّدَاوِي فِي نَفْسِهِ، وَالْأَمْرُ بِهِ لِمَنْ أَصَابَهُ مَرَضٌ مِنْ أَهْلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ هَدْيِهِ وَلَا هَدْيِ أَصْحَابِهِ اسْتِعْمَالُ هَذِهِ الْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ الَّتِي تُسَمَّى أَقْرَبَاذِينَ، بَلْ كَانَ غَالِبُ أَدْوِيَتِهِمْ بِالْمُفْرَدَاتِ، وَرُبَّمَا أَضَافُوا إِلَى الْمُفْرَدِ مَا يُعَاوِنُهُ، أَوْ يَكْسِرُ سَوْرَتَهُ، وَهَذَا غَالِبُ طِبِّ الْأُمَمِ عَلَى اخْتِلَافِ أَجْنَاسِهَا مِنَ الْعَرَبِ وَالتُّرْكِ، وَأَهْلِ الْبَوَادِي قَاطِبَةً، وَإِنَّمَا عُنِيَ بِالْمُرَكَّبَاتِ الرُّومُ وَالْيُونَانِيُّونَ، وَأَكْثَرُ طِبِّ الْهِنْدِ بِالْمُفْرَدَاتِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩ - ابن القيم

Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata :
"Termasuk dari petunjuk Nabi ﷺ adalah melakukan pengobatan untuk dirinya sendiri, dan memerintahkan orang lain yang sakit dari kalangan keluarga maupun sahabatnya untuk berobat. Namun, bukanlah termasuk petunjuk beliau maupun para shahabatnya menggunakan obat-obatan campuran yang disebut Aqrabadhin (farmakope). Mayoritas obat-obatan mereka adalah menggunakan bahan tunggal (al-mufradat), terkadang mereka menambahkan unsur lain pada bahan tunggal tersebut untuk membantu efektivitasnya atau untuk meredam kekerasannya. 
Inilah mayoritas sistem kedokteran berbagai bangsa dengan keragaman jenisnya, mulai dari bangsa Arab, Turki, dan seluruh penduduk pedalaman. Adapun obat-obatan campuran lebih banyak diperhatikan oleh bangsa Romawi dan Yunani, sedangkan kebanyakan kedokteran India menggunakan bahan-bahan tunggal."


Jumat, 26 Desember 2025

Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran yang Terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ




Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran yang Terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ


فَالطَّبِيبُ: هُوَ الَّذِي يُفَرِّقُ مَا يَضُرُّ بِالْإِنْسَانِ جَمْعُهُ، أَوْ يَجْمَعُ فِيهِ مَا يضره تفرقه، وينقص مِنْهُ مَا يَضُرُّهُ زِيَادَتُهُ، أَوْ يَزِيدُ فِيهِ مَا يَضُرُّهُ نَقْصُهُ، فَيَجْلِبُ الصِّحَّةَ الْمَفْقُودَةَ، أَوْ يَحْفَظُهَا بِالشَّكْلِ وَالشَّبَهِ، وَيَدْفَعُ الْعِلَّةَ الْمَوْجُودَةَ بِالضِّدِّ وَالنَّقِيضِ، وَيُخْرِجُهَا، أَوْ يَدْفَعُهَا بِمَا يَمْنَعُ مِنْ حُصُولِهَا بِالْحِمْيَةِ، وَسَتَرَى هَذَا كُلَّهُ فِي هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَافِيًا كَافِيًا بِحَوَلِ اللَّهِ وَقُوَّتِهِ، وَفَضْلِهِ وَمَعُونَتِهِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitab Ath-Thibbun-Nabawi berkata,
"Maka yang disebut ath-thobib (dokter) adalah: orang yang memisahkan apa yang membahayakan manusia jika bersatu, atau menyatukan apa yang membahayakan manusia jika terpisah. Ia mengurangi apa yang membahayakannya jika berlebih, atau menambah apa yang membahayakannya jika kurang.
Dengan demikian, ia mendatangkan kesehatan yang hilang, atau menjaga kesehatan yang ada dengan cara memberikan sesuatu yang serupa/sepadan. Ia menolak penyakit yang ada dengan sesuatu yang berlawanan atau kontradiktif, lalu mengeluarkannya, atau menangkalnya dengan sesuatu yang mencegah terjadinya penyakit tersebut melalui pola makan/hidup sehat (proteksi).
Dan engkau akan melihat semua (prinsip medis) ini dalam petunjuk Rasulullah ﷺ secara menyembuhkan lagi mencukupi, dengan daya, kekuatan, karunia, serta pertolongan Allah."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 9.

Kamis, 18 Desember 2025

Ilmu Kedokteran Tubuh ( Fisik ) Terbagi Menjadi Dua Jenis






Ilmu Kedokteran Tubuh ( Fisik ) Terbagi Menjadi Dua Jenis



قال ابن القيم رحمه الله

وَأَمَّا طِبُّ الْأَبْدَانِ: فَإِنَّهُ نَوْعَانِ: نَوْعٌ قَدْ فَطَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْحَيَوَانَ نَاطِقَهُ وَبَهِيمَهُ، فَهَذَا لَا يُحْتَاجُ فِيهِ إِلَى مُعَالَجَةِ طَبِيبٍ، كَطِبِّ الْجُوعِ، وَالْعَطَشِ وَالْبَرْدِ، وَالتَّعَبِ بِأَضْدَادِهَا وَمَا يُزِيلُهَا.

وَالثَّانِي: مَا يَحْتَاجُ إِلَى فِكْرٍ وَتَأَمُّلٍ، كَدَفْعِ الْأَمْرَاضِ الْمُتَشَابِهَةِ الْحَادِثَةِ فِي الْمِزَاجِ، بِحَيْثُ يَخْرُجُ بِهَا عَنِ الِاعْتِدَالِ، إِمَّا إِلَى حَرَارَةٍ، أَوْ بُرُودَةٍ، أَوْ يُبُوسَةٍ، أَوْ رُطُوبَةٍ، أَوْ مَا يَتَرَكَّبُ مِنَ اثْنَيْنِ مِنْهَا، وَهِيَ نَوْعَانِ: إِمَّا مَادِّيَّةٌ، وَإِمَّا كَيْفِيَّةٌ، أَعْنِي إِمَّا أَنْ يَكُونَ بِانْصِبَابِ مَادَّةٍ، أَوْ بِحُدُوثِ كَيْفِيَّةٍ، وَالْفَرْقُ بَيْنَهُمَا أَنَّ أَمْرَاضَ الْكَيْفِيَّةِ تَكُونُ بَعْدَ زَوَالِ الْمَوَادِّ الَّتِي أَوْجَبَتْهَا، فَتَزُولُ مَوَادُّهَا، وَيَبْقَى أَثَرُهَا كَيْفِيَّةً فِي الْمِزَاجِ.
كتاب الطب النبوي لابن القيم  ص ٨ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitab Thibbun Nabawi menyebutkan

"Adapun kedokteran tubuh (fisik) itu terbagi menjadi dua jenis:

Jenis Pertama: Sesuatu yang telah Allah fitrahkan (tanamkan secara naluriah) pada makhluk hidup, baik yang berbicara (manusia) maupun hewan. Jenis ini tidak membutuhkan penanganan dokter, seperti mengobati rasa lapar (dengan makan), rasa haus (dengan minum), rasa dingin (dengan penghangat), dan rasa lelah dengan (istirahat). Hal-hal ini dihilangkan dengan lawan darinya.

Jenis Kedua: Sesuatu yang membutuhkan pemikiran dan perenungan (diagnosa). Yaitu pengobatan untuk menolak penyakit-penyakit serupa yang terjadi pada mizaj (keseimbangan unsur tubuh), sehingga tubuh keluar dari keadaan stabilnya. Ketidakseimbangan ini bisa berupa panas, dingin, kering, lembap, atau kombinasi dari dua unsur tersebut.

Penyakit jenis kedua ini terbagi lagi menjadi dua:

• Maddiyah (Material): Yaitu penyakit yang disebabkan oleh adanya zat atau materi tertentu yang masuk/berkumpul di dalam tubuh.

• Kaifiyah (Kualitas/Sifat): Yaitu penyakit yang tetap ada setelah hilangnya materi yang menyebabkannya. Maksudnya, materinya sudah hilang, namun pengaruh sifatnya (seperti sisa panas atau dingin) masih membekas pada kondisi tubuh.



Jumat, 12 Desember 2025

Penyakit Itu Ada 2 Jenis Yaitu Penyakit Hati dan Penyakit Badan

 


Penyakit Itu Ada 2 Jenis Yaitu Penyakit Hati dan Penyakit Badan


الْمَرَضُ: نَوْعَانِ مَرَضُ الْقُلُوبِ، وَمَرَضُ الْأَبَدَانِ، وَهُمَا مَذْكُورَانِ فِي الْقُرْآنِ.
وَمَرَضُ الْقُلُوبِ: نَوْعَانِ: مَرَضُ شُبْهَةٍ وَشَكٍّ، وَمَرَضُ شَهْوَةٍ وَغَيٍّ، وَكِلَاهُمَا فِي الْقُرْآنِ.
....
وَأَمَّا مَرَضُ الْأَبَدَانِ، فَقَالَ تَعَالَى لَيْسَ عَلَى الْأَعْمى حَرَجٌ وَلا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ «٢» . وَذَكَرَ مَرَضَ الْبَدَنِ فِي الْحَجِّ وَالصَّوْمِ وَالْوُضُوءِ لِسِرٍّ بَدِيعٍ يُبَيِّنُ لَكَ عَظَمَةَ الْقُرْآنِ، وَالِاسْتِغْنَاءَ بِهِ لِمَنْ فَهِمَهُ وَعَقَلَهُ عَنْ سِوَاهُ، وَذَلِكَ أَنَّ قَوَاعِدَ طِبِّ الْأَبْدَانِ ثَلَاثَةٌ حِفْظُ الصِّحَّةِ، وَالْحِمْيَةُ عَنِ الْمُؤْذِي، وَاسْتِفْرَاغُ الْمَوَادِّ الْفَاسِدَةِ، فَذَكَرَ سُبْحَانَهُ هَذِهِ الْأُصُولَ الثَّلَاثَةَ فِي هَذِهِ الْمَوَاضِعِ الثَّلَاثَةِ.
(كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٥-٦ - ابن القيم)

Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata,

"Penyakit itu ada dua jenis: penyakit hati (spiritual/jiwa) dan penyakit badan (fisik), dan keduanya disebutkan di dalam Al-Qur'an.

Adapun penyakit hati, ada dua jenis:
(1) Penyakit syubhat (kerancuan pemahaman) dan keraguan.
(2) Penyakit syahwat (hawa nafsu/keinginan) dan kesesatan.
Dan kedua jenis penyakit hati tersebut juga disebutkan di dalam Al-Qur'an.
.......

Adapun penyakit-penyakit badan, Allah Ta'ala berkalam :

{ لَيْسَ عَلَى الْأَعْمى حَرَجٌ وَلا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ }

“Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit.”  (QS. An-Nur: 61)

Dan Allah menyebutkan penyakit badan dalam (konteks) haji, puasa, dan wudhu' dengan rahasia yang menakjubkan, yang menjelaskan kepadamu keagungan Al-Qur'an, dan kecukupan dengannya bagi orang yang memahaminya dan merenungkannya dari selainnya.
Hal itu dikarenakan kaidah-kaidah pengobatan badan ada tiga:
(1) Menjaga kesehatan.
(2) Menahan diri (berpantang) dari hal yang membahayakan.
(3) Mengeluarkan materi (zat) yang rusak.
Maka Allah Yang Maha Suci menyebutkan tiga prinsip dasar ini di tiga tempat tersebut.

📚 Kitab Ath-Thibbun-Nabawi halaman 5-6

Jumat, 05 Desember 2025

Wahai Insan Yang Berakal.. Silahkan Bandingkan dan Bertanyalah Hati Nurani


 


Wahai Insan Yang Berakal.. Silahkan Bandingkan dan Bertanyalah Hati Nurani



اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓۙ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٥٧

"... (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Ar-Rasul, ...., yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan ath-thoyyib (segala yang baik) bagi mereka dan mengharamkan al-khobaits (segala yang buruk) bagi mereka, ...." (QS. Al-A'raf : 157)

Antara Madu Lebah Versus Dukhon (Asap Rokok)

1⃣  Madu lebah adalah produk alami yang dihasilkan lebah, sedangkan rokok adalah produk yang dibuat manusia yang mengandung zat-zat beracun berbahaya.
2⃣  Madu mengandung syifa' dan manfaat kesehatan yang banyak, seperti antibakteri, anti-inflamasi, dan anti-oksidan, sedangkan rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti kanker, jantung, dan paru-paru.
3⃣  Madu termasuk ath-thoyyib yang halal, sedang rokok termasuk al-khobaits yang diharamkan.
4⃣  Madu tidak menyebabkan kecanduan, sedangkan rokok mengandung nikotin yang dapat menyebabkan kecanduan.
5⃣ Madu jika dikonsumsi rutin termasuk kebiasaan baik dan sehat, sedangkan rokok dapat menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihentikan.
6⃣  Madu umumnya memiliki rasa manis dan unik, sedangkan rokok memiliki rasa pahit dan khas.
7⃣  Madu dapat memiliki efek positif pada tubuh, sedangkan rokok dapat memiliki efek negatif pada tubuh.

Sebungkus rokok yang harganya Rp 12.500 - Rp 60.000 pada umumnya bisa untuk membeli sebotol madu lebah dengan berat 125 gram - 500 gram. 

Fahami Perbedaan antara "Madu Lebah Liar", "Madu Lebah Ternak", dan "Madu Lebah Sirupan"


Fahami Perbedaan antara "Madu Lebah Liar", "Madu Lebah Ternak", dan "Madu Lebah Sirupan"


وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَۙ ۝٦٨ ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٦٩

68. Dan Rabb-mu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,
69. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Rabb'mu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (QS. An-Nahl : 68-69)

Perbedaan utama antara madu lebah liar, madu lebah ternak, dan madu lebah sirupan terletak pada sumber nektarjenis lebah, dan tingkat campur tangan manusia dalam proses produksi. 

🍯  Madu Lebah Liar

🔸 Sumber Lebah: Berasal dari lebah liar, umumnya spesies Apis dorsata, yang tidak diternakkan oleh manusia.
🔸 Sumber Nektar: Lebah mengumpulkan nektar dari beragam bunga dan tanaman liar di hutan belantara. Hal ini menghasilkan madu multiflora dengan rasa, aroma, dan warna yang sangat bervariasi tergantung lokasi dan musim panen.
🔸 Proses: Dipanen langsung dari sarang di habitat alaminya, sering kali tanpa proses penyaringan atau pemanasan yang signifikan, sehingga mempertahankan lebih banyak enzim, antioksidan, vitamin, dan serbuk sari alami.
🔸 Kualitas: Dianggap memiliki kualitas terbaik dan manfaat kesehatan paling banyak karena kemurniannya dan minimnya pemrosesan. 

🍯  Madu Lebah Ternak (Madu Budidaya)

🔸 Sumber Lebah: Berasal dari lebah yang dibudidayakan di peternakan lebah, seperti spesies Apis mellifera atau Apis cerana.
🔸 Sumber Nektar: Peternak lebah sering mengarahkan lebah untuk mengisap nektar dari satu jenis tanaman tertentu (misalnya, madu randu, madu lengkeng, madu akasia) dengan menempatkan sarang di dekat perkebunan tersebut. Hal ini menghasilkan madu monoflora dengan rasa dan karakteristik yang lebih konsisten.
🔸 Proses: Diproduksi dalam lingkungan yang diawasi manusia. Madu ini biasanya melalui proses penyaringan dan terkadang pemanasan (pasteurisasi) untuk memastikan konsistensi, keamanan, dan umur simpan yang lebih lama. Proses ini dapat mengurangi beberapa nutrisi alami dibandingkan madu liar.
🔸 Kualitas: Kualitasnya baik dan terjamin konsistensinya, tetapi mungkin memiliki kandungan nutrisi yang sedikit berkurang akibat pemrosesan dibandingkan madu mentah/liar. 

🍯  Madu Lebah Sirupan (Termasuk Madu SOS/Tidak Murni)

🔸 Sumber Lebah: Istilah ini sering merujuk pada produk yang bukan madu murni, melainkan campuran madu asli dengan sirup gula (seperti sirup jagung fruktosa tinggi), air, atau pemanis buatan lainnya.
🔸 Sumber "Nektar": "Pakan" utama lebah atau bahan dasar produk ini adalah sirup gula, bukan nektar bunga alami.
🔸 Proses: Merupakan produk olahan yang dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan tambahan.
🔸 Kualitas: Ini bukan madu asli dan tidak menawarkan manfaat kesehatan yang sama dengan madu murni. Madu jenis ini sering kali berbau seperti karamel atau gula dan tidak memiliki aroma bunga yang alami. 

Singkatnya, madu lebah liar dan madu lebah ternak adalah madu asli yang dihasilkan dari nektar bunga, sedangkan madu sirupan adalah produk campuran/SOS yang sebagian terdiri dari sirup gula.

Jumat, 28 November 2025

Madu Ada Bermacam-macam Warnanya





Madu Ada Bermacam-macam Warnanya


ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٦٩

"kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir." (QS. An-Nahl : 69)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya menjelaskan,

وَقَوْلُهُ تَعَالَى ﴿يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ﴾ أَيْ: مَا بَيْنَ أَبْيَضَ وَأَصْفَرَ وَأَحْمَرَ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْأَلْوَانِ الْحَسَنَةِ، عَلَى اخْتِلَافِ مَرَاعِيهَا وَمَأْكَلِهَا مِنْهَا

"Dan kalam-Nya: {يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ} "Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya" (QS. An-Nahl: 69), yaitu antara putih, kuning, merah, dan warna-warna lainnya yang indah, tergantung pada perbedaan tempat mencari makan dan jenis makanan yang dimakannya."



🍯 Madu memiliki aneka warna karena dipengaruhi oleh sumber nektar bunga, mineral dalam nektar, musim panen, dan usia penyimpanan. Warna terang seperti kuning muda atau emas cenderung memiliki rasa lebih lembut, sementara warna gelap seperti cokelat memiliki rasa lebih kuat dan kaya rasa. 

🍯 Faktor yang memengaruhi warna madu
• Sumber nektar: Warna madu sangat bergantung pada jenis bunga yang dihisap lebah. Madu dari bunga seperti semanggi atau bunga jeruk akan memiliki warna lebih terang, sedangkan madu dari bunga seperti soba atau manuka berwarna lebih gelap.
• Kandungan mineral: Mineral seperti belerang, kalsium, dan kalium dalam nektar juga memengaruhi warna. Semakin tinggi kandungan mineralnya, semakin gelap warna madu yang dihasilkan.
• Musim panen: Madu yang dipanen di musim semi cenderung lebih terang, sementara madu yang dipanen di musim gugur cenderung lebih gelap.
• Usia dan penyimpanan: Seiring waktu, warna madu bisa berubah. Madu terang bisa menjadi lebih gelap jika terkena panas atau disimpan terlalu lama, dan madu gelap bisa menjadi lebih gelap lagi. 

🍯 Hubungan antara warna, rasa, dan antioksidan 
• Rasa: Secara umum, madu berwarna terang memiliki rasa yang lebih lembut dan ringan, sementara madu berwarna gelap memiliki rasa yang lebih kuat dan pekat.
• Antioksidan: Madu berwarna gelap umumnya mengandung konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan madu berwarna terang. Antioksidan ini berperan penting dalam melindungi tubuh dari radikal bebas. 

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين

Sabtu, 22 November 2025

Keutamaan Al-Khallu ( Cuka ) dan Makan Bersamanya ( Sebagai Lauk/Bumbu )


 


Keutamaan Al-Khallu ( Cuka ) dan Makan Bersamanya ( Sebagai Lauk/Bumbu )



صحيح مسلم ٣٨٢٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ فَقَالُوا مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

Shahih Muslim .... dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi bertanya kepada istrinya-istrinya mengenai lauk, lalu mereka menjawab: "Kita tidak punya apa-apa selain cuka." Beliau menyuruh diambilkan kemudian beliau makan dengan cuka tersebut sambil bersabda: 'Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.'

Imam An-Nawawi dalam kitabnya terkait makna hadits menukil  perkataan Al-Khatthabi dan Qodhi 'Iyadh,

وأما معنى الحديث فقال الخطابي والقاضي عياض : معناه مدح الاقتصار في المأكل ومنع النفس من ملاذ الأطعمة .
تقديره ائتدموا بالخل وما في معناه مما تخف مؤنته ، ولا يعز وجوده ، ولا تتأنقوا في الشهوات ، فإنها مفسدة للدين ، مسقمة للبدن . هذا كلام الخطابي ومن تابعه
(شرح النووي على مسلم)

Adapun makna hadits ini, Al-Khatthabi dan Al-Qadhi Iyadh mengatakan, "Maknanya adalah memuji kesederhanaan dalam makanan dan mencegah diri dari makanan yang lezat-lezat." Perkiraannya adalah, "Makanlah cuka dan yang serupa dengannya yang mudah didapatkan, tidak mahal, dan tidak membuat diri menjadi rakus, karena itu akan merusak agama dan membuat badan menjadi sakit." Ini adalah perkataan Al-Khatthabi dan yang mengikutinya.

Jumat, 21 November 2025

Doa Adalah Salah Satu Obat Yang Paling Bermanfaat




Doa Adalah Salah Satu Obat Yang Paling Bermanfaat


الدُّعَاءُ مِنْ أَنْفَعِ الْأَدْوِيَةِ


وَالدُّعَاءُ مِنْ أَنْفَعِ الْأَدْوِيَةِ، وَهُوَ عَدُوُّ الْبَلَاءِ، يَدْفَعُهُ، وَيُعَالِجُهُ، وَيَمْنَعُ نُزُولَهُ، وَيَرْفَعُهُ، أَوْ يُخَفِّفُهُ إِذَا نَزَلَ، وَهُوَ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ.

كَمَا رَوَى الْحَاكِمُ فِي صَحِيحِهِ مِنْ حَدِيثِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ» .

(كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم  ص ١٠  - ابن القيم)

Doa Adalah Salah Satu Obat Yang Paling Bermanfaat

Doa adalah salah satu obat yang paling bermanfaat, dan doa adalah musuh bagi al-bala' (musibah), ia dapat menolaknya, mengobatinya, mencegahnya turun, mengangkatnya, atau meringankannya jika sudah turun. Doa adalah senjata bagi orang mukmin.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Shahihnya dari hadits Ali bin Abi Thalib radhiyaallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: "Doa adalah senjata bagi orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.

📚 lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 10

Jumat, 14 November 2025

Al-Qur'an Secara Keseluruhan Adalah Obat





Al-Qur'an Secara Keseluruhan Adalah Obat
القرآن كله شفاء



وقد أخبر سبحانه عن القرآن أنه شفاء، فقال تعالى: ﴿ولو جعلناه قرآنا أعجميا لقالوا لولا فصلت آياته أأعجمي وعربي قل هو للذين آمنوا هدى وشفاء﴾ (فصلت: ٤٤).

وقال: ﴿وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين﴾ (الإسراء: ٨٢). و"من" ها هنا لبيان الجنس لا للتبعيض، فإن القرآن كله شفاء، كما قال في الآية الأخرى . فهو شفاء للقلوب من داء الجهل والشك والريب، فلم ينزل الله سبحانه من السماء شفاء قط أعم ولا أنفع ولا أعظم ولا أنجع في إزالة الداء من القرآن.

( كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم  ص ٦  - ابن القيم )

"Dan sungguh, Allah telah memberitahu tentang Al-Qur'an bahwa ia adalah obat, Allah berkalam :

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗۗ ءَا۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌۗ .... ۝٤٤ (فصلت: ٤٤)

"Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. ...." (QS. Fushshilat: 44).

Dan Allah juga berkalam :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ۝٨٢ (الإسراء: ٨٢)

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, ...." (QS. Al-Isra': 82). Dan kata "min" di sini menunjukkan jenis, bukan sebagian, karena Al-Qur'an secara keseluruhan adalah obat, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain. Maka, Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari penyakit kebodohan, keraguan, dan kebimbangan. Tidak ada obat yang diturunkan Allah dari langit yang lebih umum, lebih bermanfaat, lebih besar, dan lebih manjur dalam menghilangkan penyakit daripada Al-Qur'an."

( lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 6 )

Jumat, 07 November 2025

Setiap Penyakit Ada Obatnya



Setiap Penyakit Ada Obatnya  إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ


الحمد لله (٢).ثبت في صحيح البخاري (٣) من حديث أبي هريرة  عن النبي ﷺ أنه قال: "ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء".
وفي صحيح مسلم (٤) من حديث جابر (٥) بن عبد الله قال: قال رسول الله ﷺ: "لكل داء دواء، فإذا أصيب دواء الداء برأ بإذن الله".
وفي مسند الإِمام أحمد (٦) من حديث أسامة بن شريك عن النبي ﷺ قال: "إن الله لم يُنْزِلْ داءً إلا أنزل له شفاءً، علِمَه مَن علِمَه، وجَهِله مَن جَهِله".
وفي لفظ (١): "إن الله لم يضع داءً إلا وضع له شفاءً أو دواءً إلا داءً واحدًا" قالوا: يا رسول الله ما هو؟ قال: "الهرَم". قال الترمذي: هذا حديث حسن صحيح (٢)
وهذا يعمّ أدواءَ القلب والروح والبدن، وأدويتَها.
( كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم  ص ٤-٥ - ابن القيم )


Alhamdulillah. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi , beliau bersabda, "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya."

Dalam Shahih Muslim dari hadits Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda, "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan idzin Allah."

Dalam Musnad Imam Ahmad dari hadits Usamah bin Syarik dari Nabi , beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya. Ini diketahui oleh sebagian orang dan tidak diketahui oleh yang lain."

Dalam lafazh lain disebutkan, "Sungguh, Allah tidak meletakkan penyakit melainkan Allah juga meletakkan obatnya, kecuali satu penyakit." Para shahabat bertanya, "Penyakit apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pikun." Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih ¹ ².

Dalil-dalil tersebut mencakup semua penyakit yang terdapat di hati, ruh, dan badan. Ia mencakup semua obat dari tiap-tiap penyakit tersebut.

(lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 4-5)

Rabu, 29 Oktober 2025

Allah Yang Menyembuhkan Apabila Aku Sakit


 

Allah Yang Menyembuhkan Apabila Aku Sakit


وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ ۝٨٠

"dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku," (QS. Asy-Syu'ara' : 80)

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ۝٥٧

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Rabbmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus : 57)


Jumat, 24 Oktober 2025

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Membantu Meredakan Batuk


 

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Membantu Meredakan Batuk



Nabi bersabda,

كُلوا الزَّيتَ وادَّهِنوا بِهِ فإنَّهُ من شجَرةٍ مبارَكَةٍ

Makanlah Zaitun dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkah.” (HR. Tirmidzi no. 1852. Hadits shahih)

Minyak zaitun telah digunakan secara tradisional sebagai obat alami untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan
🔸  Melapisi tenggorokan. Minyak zaitun dapat membentuk lapisan pelindung pada tenggorokan yang teriritasi, membantu meredakan gatal dan menenangkan batuk.
🔸 Antioksidan. Minyak ini kaya akan antioksidan dan vitamin A serta E yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.
🔸 Pelumas. Minyak zaitun bisa melumasi tenggorokan yang meradang, mengurangi frekuensi batuk yang mengganggu. 
🔸 Sifat anti-inflamasi. Minyak zaitun extra virgin mengandung senyawa oleokantal, yang memiliki efek mirip ibuprofen, yaitu dapat menghambat enzim penyebab peradangan.
🔸 Meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan polifenol, vitamin A, dan vitamin E dalam minyak zaitun dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, mempercepat pemulihan dari penyakit yang menyebabkan batuk.
🔸 Meredakan iritasi. Efek antioksidan dan anti-inflamasinya membantu menenangkan iritasi pada saluran pernapasan. 


Jumat, 10 Oktober 2025

Manfaat Madu Lebah Untuk Membantu Mengobati Batuk




Manfaat Madu Lebah Untuk Membantu Mengobati Batuk



ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٦٩

".... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. ..." (QS. An-Nahl : 69)

🍯 Madu memiliki beberapa manfaat untuk meredakan batuk, di antaranya:
1⃣  Bisa membantu meredakan sakit tenggorokan. Madu membantu menenangkan otot selaput lendir yang bengkak, sehingga mengurangi rasa sakit atau gatal pada tenggorokan.
2⃣  Mengatasi batuk kering. Tekstur madu yang kental membantu melindungi dan menenangkan selaput lendir yang teriritasi, sehingga meredakan batuk kering.
3⃣  Mengatasi batuk berdahak. Madu memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang membantu melawan infeksi penyebab batuk.
4⃣  Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Madu mengandung antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan dari infeksi.
5⃣  Mengurangi frekuensi batuk malam. Madu dapat membantu mengurangi frekuensi batuk malam dan meningkatkan kualitas tidur.

✨ Cara Menggunakan Madu untuk Batuk

🔸 Kombinasi madu dan jeruk nipis adalah obat batuk alami yang efektif, di mana jeruk nipis membantu mengencerkan dahak dan melegakan saluran pernapasan karena kandungan minyak atsirinya, sementara madu berfungsi meredakan tenggorokan dan memiliki sifat antimikroba serta memberikan rasa manis alami. Cara membuatnya adalah dengan mencampur perasan jeruk nipis ke dalam air hangat atau teh, lalu ditambahkan madu untuk larut.
🔸 Campurkan 1-2 sendok madu dengan air hangat atau teh herbal.
🔸 Konsumsi madu sebelum tidur untuk mengurangi batuk malam.
🔸 Kombinasikan dengan jahe atau kayu manis untuk efek lebih kuat.
🔸 Dicampur minuman. Larutkan 1-2 sendok teh madu dalam air hangat, susu, atau teh untuk mengurangi kekentalan dan membuat rasa lebih nikmat.

Kita semua hanya bisa tawakal kepada Allah dan berusaha. Dan tentunya itu semua hanya dengan idzin Allah, karena hanya Allah yang mampu sembuhkan penyakit.

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Jumat, 03 Oktober 2025

Manfaat Madu Untuk Membantu Mengobati Sakit Demam


 

Manfaat Madu Untuk Membantu Mengobati Sakit Demam



ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٦٩

".... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. ..." (QS. An-Nahl : 69)

🍯 Madu dengan sifat antibakteri, antimikroba, dan kemampuannya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dapat membantu meredakan demam dan mempercepat pemulihan. Beberapa manfaat potensial madu dalam mengobati sakit demam adalah :
1️⃣ Sifat Antibakteri dan Antimikroba
Madu memiliki kemampuan alami untuk melawan bakteri dan mikroba yang menyebabkan infeksi, sehingga dapat membantu meredakan penyebab demam. 
2⃣ Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan antioksidan dalam madu dapat memperkuat sistem imun, yang penting untuk membantu tubuh melawan penyakit dan mempercepat proses pemulihan. 
3⃣ Meredakan Gejala Terkait
Madu dapat menenangkan tenggorokan yang iritasi, membantu mengurangi rasa sakit, dan melegakan tenggorokan kering yang sering menyertai demam. 
4⃣ Sumber Energi
Madu merupakan sumber energi alami yang dapat membantu meningkatkan stamina dan mengurangi kelelahan akibat demam.

🍯 Cara Mengonsumsi Madu untuk Demam
🔸 Mengkonsumsi Madu secara Langsung
🔸 Dilarutkan dengan Air:
🔸 Kombinasi dengan Bahan Lain. Madu bisa dicampur dengan lemon untuk membantu mengobati sakit tenggorokan, batuk, dan pilek, serta meningkatkan imunitas karena kandungan vitamin C pada lemon. Madu dapat juga ditambahkan Jahe dan Kayu Manis untuk memberikan efek antibakteri, antiradang, dan analgesik yang membantu meringankan gejala demam. 


Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

  Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَ...