Jumat, 06 Februari 2026

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

 


Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif



وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَأَيْنَاهَا تَفْعَلُ مَا لَا تفعل الأدوية الْحِسِّيَّةُ، بَلْ تَصِيرُ الْأَدْوِيَةُ الْحِسِّيَّةُ عِنْدَهَا بِمَنْزِلَةِ أَدْوِيَةِ الطَّرْقِيَّةِ عِنْدَ الْأَطِبَّاءِ، وَهَذَا جَارٍ عَلَى قَانُونِ الْحِكْمَةِ الْإِلَهِيَّةِ لَيْسَ خَارِجًا عَنْهَا، وَلَكِنَّ الْأَسْبَابَ مُتَنَوِّعَةٌ، فَإِنَّ الْقَلْبَ مَتَى اتَّصَلَ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ، وَخَالِقِ الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ، وَمُدَبِّرِ الطَّبِيعَةِ وَمُصَرِّفِهَا عَلَى مَا يَشَاءُ كَانَتْ لَهُ أَدْوِيَةٌ أُخْرَى غَيْرُ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي يُعَانِيهَا الْقَلْبُ الْبَعِيدُ مِنْهُ الْمُعْرِضُ عَنْهُ، وَقَدْ عُلِمَ أَنَّ الْأَرْوَاحَ مَتَى قَوِيَتْ، وَقَوِيَتِ النَّفْسُ وَالطَّبِيعَةُ تَعَاوَنَا عَلَى دَفْعِ الدَّاءِ وَقَهْرِهِ، فَكَيْفَ يُنْكَرُ لِمَنْ قَوِيَتْ طَبِيعَتُهُ ونفسه، وفرحت بقربها من بارئها، وأنسهابه، وَحُبِّهَا لَهُ، وَتَنَعُّمِهَا بِذِكْرِهِ، وَانْصِرَافِ قُوَاهَا كُلِّهَا إلَيْهِ، وَجَمْعِهَا عَلَيْهِ، وَاسْتِعَانَتِهَا بِهِ، وَتَوَكُّلِهَا عَلَيْهِ، أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ لَهَا مِنْ أَكْبَرِ الْأَدْوِيَةِ، وَأَنْ تُوجِبَ لَهَا هَذِهِ الْقُوَّةُ دَفْعَ الْأَلَمِ بِالْكُلِّيَّةِ، وَلَا يُنْكِرُ هَذَا إِلَّا أَجْهَلُ النَّاسِ، وَأَغْلَظُهُمْ حِجَابًا، وَأَكْثَفُهُمْ نَفْسًا، وَأَبْعَدُهُمْ عَنِ اللَّهِ وَعَنْ حَقِيقَةِ الْإِنْسَانِيَّةِ، وَسَنَذْكُرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ السَّبَبَ الَّذِي بِهِ أَزَالَتْ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ دَاءَ اللَّدْغَةِ عَنِ اللَّدِيغِ الَّتِي رُقِيَ بِهَا، فَقَامَ حَتَّى كَأَنَّ مَا بِهِ قَلَبَةٌ «١» .📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

Dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan,

"Kami dan orang lain telah mencoba banyak hal dari jenis ini (pengobatan spiritual/ruqyah) dan kami melihatnya memberikan dampak yang tidak dapat dilakukan oleh obat-obatan fisik (medis). Bahkan, obat-obatan fisik terkadang menjadi seperti obat rendahan (tidak efektif) di sisi pengobatan tersebut. Hal ini berjalan sesuai dengan hukum hikmah Ilahi, tidak keluar darinya, namun penyebabnya memang beragam.

Sesungguhnya, ketika hati terhubung dengan Rabb semesta alam, Sang Pencipta penyakit dan obat, serta Pengatur alam dan Pengelola kehendak-Nya, maka ia akan memiliki obat-obatan lain yang berbeda dengan obat yang diusahakan oleh hati yang jauh dan berpaling dari-Nya. Telah diketahui bahwa ketika ruh menguat, serta jiwa dan tabiat (fisik) menguat, keduanya bekerja sama untuk menolak dan menaklukkan penyakit.

Maka, bagaimana mungkin diingkari bagi orang yang kuat tabiat dan jiwanya, gembira karena kedekatannya dengan Penciptanya, merasa tenteram dengan-Nya, mencintai-Nya, menikmati dzikir kepada-Nya, mengarahkan seluruh kekuatannya kepada-Nya, mengumpulkan tekad pada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya, bahwa itu semua menjadi obat terbesar baginya? Dan kekuatan ini mengharuskan tertolaknya rasa sakit secara keseluruhan.

Tidak ada yang mengingkari ini kecuali orang yang paling bodoh, yang paling tebal penghalangnya (dari kebenaran), yang paling kotor jiwanya, dan yang paling jauh dari Allah serta jauh dari hakikat kemanusiaan. Kami akan menyebutkan, insya Allah, penyebab bagaimana bacaan Al-Fatihah menghilangkan penyakit sengatan pada orang yang disengat (kalajengking) yang diruqyah dengannya, sehingga ia bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa padanya."

Kutipan ini berasal dari kitab "Zad al-Ma'ad" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, yang menjelaskan tentang keutamaan pengobatan spiritual/ruqyah (termasuk Surat Al-Fatihah) di atas pengobatan fisik semata ketika didasari keimanan yang kuat.


Jumat, 30 Januari 2026

Keunggulan Pengobatan Yang Bersumber dari Wahyu Ilahi




Keunggulan Pengobatan Yang Bersumber dari Wahyu Ilahi


وَأَيْنَ يَقَعُ هَذَا وَأَمْثَالُهُ مِنَ الْوَحْيِ الَّذِي يُوحِيهِ اللَّهُ إِلَى رَسُولِهِ بِمَا يَنْفَعُهُ وَيَضُرُّهُ، فَنِسْبَةُ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الطِّبِّ إِلَى هَذَا الْوَحْيِ كَنِسْبَةِ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعُلُومِ إلى ما جاءت به الأنبياء، بل ها هنا مِنَ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي تَشْفِي مِنَ الْأَمْرَاضِ مَا لم يتهد إِلَيْهَا عُقُولُ أَكَابِرِ الْأَطِبَّاءِ، وَلَمْ تَصِلْ إِلَيْهَا علومهم وتجاربهم، و؟؟؟ ن الْأَدْوِيَةِ الْقَلْبِيَّةِ، وَالرُّوحَانِيَّةِ، وَقُوَّةِ الْقَلْبِ، وَاعْتِمَادِهِ عَلَى اللَّهِ، وَالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ، وَالِالْتِجَاءِ إلَيْهِ، وَالِانْطِرَاحِ وَالِانْكِسَارِ بين يديه، والتذلل له، والصدقئة، وَالدُّعَاءِ، وَالتَّوْبَةِ، وَالِاسْتِغْفَارِ، وَالْإِحْسَانِ إِلَى الْخَلْقِ، وَإِغَاثَةِ الْمَلْهُوفِ، وَالتَّفْرِيجِ عَنِ الْمَكْرُوبِ، فَإِنَّ هَذِهِ الْأَدْوِيَةَ قَدْ جَرَّبَتْهَا الْأُمَمُ عَلَى اخْتِلَافِ أَدْيَانِهَا وَمِلَلِهَا، فوجودا لَهَا مِنَ التَّأْثِيرِ فِي الشِّفَاءِ مَا لَا يَصِلُ إِلَيْهِ عِلْمُ أَعْلَمِ الْأَطِبَّاءِ، وَلَا تَجْرِبَتُهُ، وَلَا قِيَاسُهُ.
كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Di manakah posisi ilmu kedokteran mereka (para dokter) dan yang semisalnya jika dibandingkan dengan wahyu yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya mengenai apa yang bermanfaat dan membahayakan manusia?

Perbandingan antara ilmu kedokteran yang mereka miliki dengan wahyu ini، sama seperti perbandingan antara ilmu pengetahuan mereka dengan apa yang dibawa oleh para Nabi. Bahkan, di dalam wahyu terdapat obat-obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak sanggup dijangkau oleh akal para dokter besar, serta tidak tersentuh oleh ilmu dan pengalaman mereka.

Obat-obat tersebut adalah obat-obat hati dan spiritual, seperti:
• Kekuatan hati dan bersandar kepada Allah.
• Tawakal dan berlindung kepada-Nya.
• Menghinakan diri dan merasa butuh di hadapan-Nya.
• Sedekah, doa, taubat, dan istighfar.
• Berbuat baik kepada sesama, membantu orang yang kesulitan, dan melapangkan beban orang yang tertimpa musibah.

Sungguh, obat-obat ini telah dibuktikan oleh berbagai bangsa dengan latar belakang agama yang berbeda-beda, dan mereka menemukan efek penyembuhan yang tidak bisa dicapai oleh ilmu, eksperimen, maupun logika dokter yang paling hebat sekalipun."

📚  Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi karya Ibnul Qoyyim  halaman 10.

Jumat, 23 Januari 2026

Ath-Thibbu An-Nabawi Lebih Tinggi Tingkatannya daripada Pengobatan Manusia Biasa



Ath-Thibbu An-Nabawi Lebih Tinggi Tingkatannya daripada Pengobatan Manusia Biasa


ونحن نقول: إن ها هنا أَمْرًا آخَرَ، نِسْبَةُ طِبِّ الْأَطِبَّاءِ إِلَيْهِ كَنِسْبَةِ طِبِّ الطَّرْقِيَّةِ وَالْعَجَائِزِ إِلَى طِبِّهِمْ، وَقَدِ اعْتَرَفَ بِهِ حُذَّاقُهُمْ وَأَئِمَّتُهُمْ، فَإِنَّ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ بِالطِّبِّ مِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: هُوَ قِيَاسٌ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ هُوَ تَجْرِبَةٌ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ هُوَ إِلْهَامَاتٌ، وَمَنَامَاتٌ، وَحَدْسٌ صَائِبٌ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: أُخِذَ كَثِيرٌ مِنْهُ مِنَ الْحَيَوَانَاتِ الْبَهِيمِيَّةِ، كَمَا نُشَاهِدُ السَّنَانِيرَ إِذَا أَكَلَتْ ذَوَاتِ السُّمُومِ تَعْمِدُ إِلَى السِّرَاجِ، فَتَلَغُ فِي الزَّيْتِ تتداوى به، وكما رؤيت الْحَيَّاتُ إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بُطُونِ الْأَرْضِ، وَقَدْ عَشِيَتْ أَبْصَارُهَا تَأْتِي إِلَى وَرَقِ الرَّازِيَانِجِ، فَتُمِرُّ عُيُونَهَا عَلَيْهَا. وَكَمَا عُهِدَ مِنَ الطَّيْرِ الَّذِي يَحْتَقِنُ بِمَاءِ الْبَحْرِ عِنْدَ انْحِبَاسِ طَبْعِهِ، وَأَمْثَالُ ذلك مما ذكر في مبادىء الطِّبِّ.

كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Dan kami katakan: Sesungguhnya di sini (dalam الطب النبوي / Pengobatan Nabawi) terdapat perkara lain, yang mana nisbah (perbandingan) ilmu kedokteran para dokter dibandingkannya adalah seperti perbandingan pengobatan dukun jalanan dan nenek tua dibandingkan dengan ilmu kedokteran mereka (para dokter).

Para dokter yang mahir dan para tokoh mereka pun telah mengakui hal tersebut. Sesungguhnya ilmu kedokteran yang mereka miliki ada yang mengatakan: itu berasal dari qiyas (analogi), ada yang mengatakan dari tajribah (eksperimen/pengalaman). Ada pula yang mengatakan itu berasal dari ilhammimpi-mimpi, dan firasat yang benar.

Bahkan ada yang mengatakan: Banyak dari ilmu tersebut diambil dari hewan-hewan ternak (binatang); sebagaimana kita saksikan kucing (al-sananir) jika memakan hewan berbisa, ia akan menuju lampu minyak lalu menjilat minyaknya untuk mengobati diri. Sebagaimana pula terlihat ular-ular ketika keluar dari perut bumi dalam keadaan pandangan yang kabur, ia mendatangi daun raziyanaj (fennel/adas sowa) lalu mengusapkan matanya ke daun tersebut. Dan sebagaimana diketahui dari burung yang menyuntikkan air laut (ke duburnya) ketika mengalami sembelit. Dan contoh-contoh serupa lainnya yang disebutkan dalam prinsip-prinsip ilmu kedokteran."

Poin Utama dari pemaparan tersebut :

• Keunggulan Wahyu: Ibnu Qayyim menegaskan bahwa pengobatan yang bersumber dari Nabi (Wahyu) jauh lebih tinggi tingkatannya daripada pengobatan manusia biasa.

• Asal-Usul Kedokteran: Beliau menyebutkan bahwa kedokteran manusia berasal dari pengamatan alam, uji coba, bahkan meniru insting hewan yang diberikan Tuhan.

• Kerendahan Hati Ilmiah: Beliau rahimahullah ingin menunjukkan bahwa jika dokter manusia belajar dari hewan, maka tentu belajar dari Sang Pencipta (melalui lisan Nabi) jauh lebih utama.

Jumat, 16 Januari 2026

Adanya Korelasi Antara Pola Makan dan Metode Pengobatan


 


Adanya Korelasi Antara Pola Makan dan Metode Pengobatan


وَالتَّحْقِيقُ فِي ذَلِكَ أَنَّ الْأَدْوِيَةَ مِنْ جِنْسِ الْأَغْذِيَةِ، فَالْأُمَّةُ وَالطَّائِفَةُ الَّتِي غَالِبُ أَغْذِيَتِهَا الْمُفْرَدَاتُ، أَمْرَاضُهَا قَلِيلَةٌ جِدًّا، وَطِبُّهَا بِالْمُفْرَدَاتِ، وَأَهْلُ الْمُدُنِ الَّذِينَ غَلَبَتْ عَلَيْهِمُ الْأَغْذِيَةُ الْمُرَكَّبَةُ يَحْتَاجُونَ إِلَى الْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ، وَسَبَبُ ذَلِكَ أَنَّ أَمْرَاضَهُمْ فِي الْغَالِبِ مُرَكَّبَةٌ، فَالْأَدْوِيَةُ الْمُرَكَّبَةُ أَنْفَعُ لَهَا، وَأَمْرَاضُ أَهْلِ الْبَوَادِي وَالصَّحَارِي مُفْرَدَةٌ، فَيَكْفِي فِي مُدَاوَاتِهَا الْأَدْوِيَةُ الْمُفْرَدَةُ، فَهَذَا بُرْهَانٌ بِحَسْبِ الصِّنَاعَةِ الطبية.
 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Dan penelitian mengenai hal tersebut adalah bahwa obat-obatan itu sejenis dengan makanan. Maka, suatu masyarakat atau kelompok yang mayoritas makanannya adalah makanan tunggal (alami/tidak diolah secara kompleks), maka penyakit mereka sangat sedikit, dan pengobatan mereka pun cukup dengan obat-obatan tunggal (herbal sederhana).

Sedangkan penduduk kota yang didominasi oleh makanan campuran (kompleks/olahan), mereka membutuhkan obat-obatan yang juga campuran (kompleks). Hal itu dikarenakan penyakit mereka umumnya bersifat kompleks, sehingga obat-obatan campuran lebih bermanfaat bagi mereka.

Adapun penyakit penduduk pedalaman dan padang pasir bersifat tunggal (sederhana), maka cukup bagi mereka pengobatan dengan obat-obatan tunggal. Ini adalah sebuah bukti (argumen) yang sesuai kaidah ilmu kedokteran."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 10.

Jumat, 09 Januari 2026

Dahulukan Berobat Dengan Makanan Sebelum Penggunaan Obat-obatan



Dahulukan Berobat Dengan Makanan Sebelum Penggunaan Obat-obatan


وَقَدِ اتَّفَقَ الْأَطِبَّاءُ عَلَى أَنَّهُ مَتَى أَمْكَنَ التَّدَاوِي بِالْغِذَاءِ لَا يُعْدَلُ عَنْهُ إِلَى الدَّوَاءِ، وَمَتَى أَمْكَنَ بِالْبَسِيطِ لَا يُعْدَلُ عَنْهُ إِلَى الْمُرَكَّبِ.

قَالُوا وَكُلُّ دَاءٍ قُدِرَ عَلَى دَفْعِهِ بِالْأَغْذِيَةِ وَالْحِمْيَةِ، لَمْ يُحَاوَلْ دَفْعُهُ بِالْأَدْوِيَةِ.

قَالُوا وَلَا يَنْبَغِي لِلطَّبِيبِ أَنْ يَوْلَعَ بِسَقْيِ الْأَدْوِيَةِ، فَإِنَّ الدَّوَاءَ إِذَا لَمْ يَجِدْ فِي الْبَدَنِ دَاءً يُحَلِّلُهُ، أَوْ وَجَدَ دَاءً لَا يُوَافِقُهُ، أَوْ وَجَدَ مَا يُوَافِقُهُ فَزَادَتْ كَمِّيَّتُهُ عَلَيْهِ، أو كيفيته،نشبت؟؟؟ بِالصِّحَّةِ، وَعَبَثَ بِهَا. وَأَرْبَابُ التَّجَارِبِ مِنَ الْأَطِبَّاءِ طِبُّهُمْ بِالْمُفْرَدَاتِ غَالِبًا، وَهُمْ أَحَدُ فِرَقِ الطِّبِّ الثَّلَاثِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩-١٠ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah di dalam kitabnya Ath-Thibbu An-Nabawi berkata :

"Para dokter telah sepakat bahwa selama pengobatan memungkinkan untuk dilakukan dengan makanan (pengaturan makanan), maka tidak boleh beralih menggunakan obat-obatan. Dan selama pengobatan memungkinkan dengan obat yang tunggal (sederhana), maka tidak boleh beralih kepada obat yang campuran (kompleks).

Mereka berkata: Setiap penyakit yang masih mungkin diatasi dengan pengaturan makanan dan pantangan (diet), maka janganlah mencoba mengatasinya dengan obat-obatan.

Mereka juga berkata: Tidak sepantasnya bagi seorang dokter memiliki kegemaran memberikan obat-obatan (secara berlebihan). Karena sesungguhnya obat itu, apabila tidak menemukan penyakit di dalam tubuh untuk diuraikan, atau menemukan penyakit namun obat tersebut tidak cocok dengannya, atau menemukan penyakit yang cocok namun dosisnya (kuantitas) atau kadarnya (kualitas) melebihi batas, maka obat tersebut akan merusak kesehatan dan mengganggunya. Para dokter ahli pengalaman (empiris) mayoritas pengobatannya menggunakan obat-obatan tunggal (herbal sederhana), dan mereka adalah salah satu dari tiga aliran kedokteran."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 9-10.

Kamis, 01 Januari 2026

Penggunaan Obat-obatan Tunggal dan Obat-obatan Campuran


 

Penggunaan Obat-obatan Tunggal dan Obat-obatan Campuran


فَكَانَ مِنْ هَدْيِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِعْلُ التَّدَاوِي فِي نَفْسِهِ، وَالْأَمْرُ بِهِ لِمَنْ أَصَابَهُ مَرَضٌ مِنْ أَهْلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ هَدْيِهِ وَلَا هَدْيِ أَصْحَابِهِ اسْتِعْمَالُ هَذِهِ الْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ الَّتِي تُسَمَّى أَقْرَبَاذِينَ، بَلْ كَانَ غَالِبُ أَدْوِيَتِهِمْ بِالْمُفْرَدَاتِ، وَرُبَّمَا أَضَافُوا إِلَى الْمُفْرَدِ مَا يُعَاوِنُهُ، أَوْ يَكْسِرُ سَوْرَتَهُ، وَهَذَا غَالِبُ طِبِّ الْأُمَمِ عَلَى اخْتِلَافِ أَجْنَاسِهَا مِنَ الْعَرَبِ وَالتُّرْكِ، وَأَهْلِ الْبَوَادِي قَاطِبَةً، وَإِنَّمَا عُنِيَ بِالْمُرَكَّبَاتِ الرُّومُ وَالْيُونَانِيُّونَ، وَأَكْثَرُ طِبِّ الْهِنْدِ بِالْمُفْرَدَاتِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩ - ابن القيم

Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata :
"Termasuk dari petunjuk Nabi ﷺ adalah melakukan pengobatan untuk dirinya sendiri, dan memerintahkan orang lain yang sakit dari kalangan keluarga maupun sahabatnya untuk berobat. Namun, bukanlah termasuk petunjuk beliau maupun para shahabatnya menggunakan obat-obatan campuran yang disebut Aqrabadhin (farmakope). Mayoritas obat-obatan mereka adalah menggunakan bahan tunggal (al-mufradat), terkadang mereka menambahkan unsur lain pada bahan tunggal tersebut untuk membantu efektivitasnya atau untuk meredam kekerasannya. 
Inilah mayoritas sistem kedokteran berbagai bangsa dengan keragaman jenisnya, mulai dari bangsa Arab, Turki, dan seluruh penduduk pedalaman. Adapun obat-obatan campuran lebih banyak diperhatikan oleh bangsa Romawi dan Yunani, sedangkan kebanyakan kedokteran India menggunakan bahan-bahan tunggal."


Jumat, 26 Desember 2025

Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran yang Terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ




Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran yang Terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ


فَالطَّبِيبُ: هُوَ الَّذِي يُفَرِّقُ مَا يَضُرُّ بِالْإِنْسَانِ جَمْعُهُ، أَوْ يَجْمَعُ فِيهِ مَا يضره تفرقه، وينقص مِنْهُ مَا يَضُرُّهُ زِيَادَتُهُ، أَوْ يَزِيدُ فِيهِ مَا يَضُرُّهُ نَقْصُهُ، فَيَجْلِبُ الصِّحَّةَ الْمَفْقُودَةَ، أَوْ يَحْفَظُهَا بِالشَّكْلِ وَالشَّبَهِ، وَيَدْفَعُ الْعِلَّةَ الْمَوْجُودَةَ بِالضِّدِّ وَالنَّقِيضِ، وَيُخْرِجُهَا، أَوْ يَدْفَعُهَا بِمَا يَمْنَعُ مِنْ حُصُولِهَا بِالْحِمْيَةِ، وَسَتَرَى هَذَا كُلَّهُ فِي هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَافِيًا كَافِيًا بِحَوَلِ اللَّهِ وَقُوَّتِهِ، وَفَضْلِهِ وَمَعُونَتِهِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitab Ath-Thibbun-Nabawi berkata,
"Maka yang disebut ath-thobib (dokter) adalah: orang yang memisahkan apa yang membahayakan manusia jika bersatu, atau menyatukan apa yang membahayakan manusia jika terpisah. Ia mengurangi apa yang membahayakannya jika berlebih, atau menambah apa yang membahayakannya jika kurang.
Dengan demikian, ia mendatangkan kesehatan yang hilang, atau menjaga kesehatan yang ada dengan cara memberikan sesuatu yang serupa/sepadan. Ia menolak penyakit yang ada dengan sesuatu yang berlawanan atau kontradiktif, lalu mengeluarkannya, atau menangkalnya dengan sesuatu yang mencegah terjadinya penyakit tersebut melalui pola makan/hidup sehat (proteksi).
Dan engkau akan melihat semua (prinsip medis) ini dalam petunjuk Rasulullah ﷺ secara menyembuhkan lagi mencukupi, dengan daya, kekuatan, karunia, serta pertolongan Allah."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 9.

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

  Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَ...