Jumat, 06 Februari 2026

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

 


Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif



وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَأَيْنَاهَا تَفْعَلُ مَا لَا تفعل الأدوية الْحِسِّيَّةُ، بَلْ تَصِيرُ الْأَدْوِيَةُ الْحِسِّيَّةُ عِنْدَهَا بِمَنْزِلَةِ أَدْوِيَةِ الطَّرْقِيَّةِ عِنْدَ الْأَطِبَّاءِ، وَهَذَا جَارٍ عَلَى قَانُونِ الْحِكْمَةِ الْإِلَهِيَّةِ لَيْسَ خَارِجًا عَنْهَا، وَلَكِنَّ الْأَسْبَابَ مُتَنَوِّعَةٌ، فَإِنَّ الْقَلْبَ مَتَى اتَّصَلَ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ، وَخَالِقِ الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ، وَمُدَبِّرِ الطَّبِيعَةِ وَمُصَرِّفِهَا عَلَى مَا يَشَاءُ كَانَتْ لَهُ أَدْوِيَةٌ أُخْرَى غَيْرُ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي يُعَانِيهَا الْقَلْبُ الْبَعِيدُ مِنْهُ الْمُعْرِضُ عَنْهُ، وَقَدْ عُلِمَ أَنَّ الْأَرْوَاحَ مَتَى قَوِيَتْ، وَقَوِيَتِ النَّفْسُ وَالطَّبِيعَةُ تَعَاوَنَا عَلَى دَفْعِ الدَّاءِ وَقَهْرِهِ، فَكَيْفَ يُنْكَرُ لِمَنْ قَوِيَتْ طَبِيعَتُهُ ونفسه، وفرحت بقربها من بارئها، وأنسهابه، وَحُبِّهَا لَهُ، وَتَنَعُّمِهَا بِذِكْرِهِ، وَانْصِرَافِ قُوَاهَا كُلِّهَا إلَيْهِ، وَجَمْعِهَا عَلَيْهِ، وَاسْتِعَانَتِهَا بِهِ، وَتَوَكُّلِهَا عَلَيْهِ، أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ لَهَا مِنْ أَكْبَرِ الْأَدْوِيَةِ، وَأَنْ تُوجِبَ لَهَا هَذِهِ الْقُوَّةُ دَفْعَ الْأَلَمِ بِالْكُلِّيَّةِ، وَلَا يُنْكِرُ هَذَا إِلَّا أَجْهَلُ النَّاسِ، وَأَغْلَظُهُمْ حِجَابًا، وَأَكْثَفُهُمْ نَفْسًا، وَأَبْعَدُهُمْ عَنِ اللَّهِ وَعَنْ حَقِيقَةِ الْإِنْسَانِيَّةِ، وَسَنَذْكُرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ السَّبَبَ الَّذِي بِهِ أَزَالَتْ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ دَاءَ اللَّدْغَةِ عَنِ اللَّدِيغِ الَّتِي رُقِيَ بِهَا، فَقَامَ حَتَّى كَأَنَّ مَا بِهِ قَلَبَةٌ «١» .📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

Dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan,

"Kami dan orang lain telah mencoba banyak hal dari jenis ini (pengobatan spiritual/ruqyah) dan kami melihatnya memberikan dampak yang tidak dapat dilakukan oleh obat-obatan fisik (medis). Bahkan, obat-obatan fisik terkadang menjadi seperti obat rendahan (tidak efektif) di sisi pengobatan tersebut. Hal ini berjalan sesuai dengan hukum hikmah Ilahi, tidak keluar darinya, namun penyebabnya memang beragam.

Sesungguhnya, ketika hati terhubung dengan Rabb semesta alam, Sang Pencipta penyakit dan obat, serta Pengatur alam dan Pengelola kehendak-Nya, maka ia akan memiliki obat-obatan lain yang berbeda dengan obat yang diusahakan oleh hati yang jauh dan berpaling dari-Nya. Telah diketahui bahwa ketika ruh menguat, serta jiwa dan tabiat (fisik) menguat, keduanya bekerja sama untuk menolak dan menaklukkan penyakit.

Maka, bagaimana mungkin diingkari bagi orang yang kuat tabiat dan jiwanya, gembira karena kedekatannya dengan Penciptanya, merasa tenteram dengan-Nya, mencintai-Nya, menikmati dzikir kepada-Nya, mengarahkan seluruh kekuatannya kepada-Nya, mengumpulkan tekad pada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya, bahwa itu semua menjadi obat terbesar baginya? Dan kekuatan ini mengharuskan tertolaknya rasa sakit secara keseluruhan.

Tidak ada yang mengingkari ini kecuali orang yang paling bodoh, yang paling tebal penghalangnya (dari kebenaran), yang paling kotor jiwanya, dan yang paling jauh dari Allah serta jauh dari hakikat kemanusiaan. Kami akan menyebutkan, insya Allah, penyebab bagaimana bacaan Al-Fatihah menghilangkan penyakit sengatan pada orang yang disengat (kalajengking) yang diruqyah dengannya, sehingga ia bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa padanya."

Kutipan ini berasal dari kitab "Zad al-Ma'ad" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, yang menjelaskan tentang keutamaan pengobatan spiritual/ruqyah (termasuk Surat Al-Fatihah) di atas pengobatan fisik semata ketika didasari keimanan yang kuat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

  Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَ...