Di balik cangkir kopi yang mengepul hangat,
Terselip bara api penuh tipu muslihat.
Gaya hidup dan hobi pengisi waktu penat,
Membakar raga kita hingga berdarah pekat.
Ribuan racun bersembunyi dalam kelam,
Menyebar di aliran darah tanpa salam.
Sel-sel sehat berontak tersiksa dan karam,
Tumbuhlah kanker tanpa belas kasih nan kejam.
Tiada karya lahir dari tumpukan abu,
Hanya sesak napas yang meremukkan kalbu.
Vonis dokter menghujam meruntuhkan rindu,
Mengubah senyum hobi menjadi nestapa pilu.
Di ruang perawatan sunyi dan mencekam,
Tubuh melemah pasrah pada nasib hitam.
Keluarga terpukul menatap penuh geram,
Menyesali racun rokok yang merenggut alam.
Maka, tinggalkan bara sebelum ia membakar,
Sebelum kanker merenggut nyawa yang bergetar.
Mari merajut hidup di jalan yang benar,
Lepaskan jerat rokok agar napas bersandar.
".... Dan janganlah kamu menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)
Penyusun: Hazim Al-Jawiy







