بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Penggunaan Daun Sidr (Bidara) Untuk Memandikan Jenazah dan Bersuci
Anjuran Penggunaan Daun Bidara untuk Memandikan Jenazah
Dari Ummu 'Athiyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah ﷺ bersabda ketika putrinya (Zainab) wafat:
اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
"Mandikanlah jenazahnya tiga kali, lima kali, atau lebih dari itu jika kalian menganggapnya perlu, dengan air dan daun bidara..." (HR. Bukhari No. 1254 dan Muslim No. 939)
• Penggunaan Daun Bidara untuk Mandi Bersuci (Haid / Masuk Islam)
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan penggunaan daun bidara bagi wanita yang bersuci dari haid atau seseorang yang baru masuk Islam agar kebersihannya lebih optimal. Sebagaimana dalam hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha tentang tata cara mandi haid:
تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ...
"Salah seorang di antara kalian mengambil air dan daun bidaranya, kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya..." (HR. Muslim No. 332)
Penyusun: Hazim Al-Jawiy


Tidak ada komentar:
Posting Komentar