3 Jenis Tanaman Sidr (Bidara) Yang Paling Masyhur
https://teguhakhiralhazim.blogspot.com/2026/08/3-jenis-tanaman-sidr-bidara-yang-paling.html?m=1
Tanaman bidara atau yang dalam literatur Islam dikenal sebagai Sidr (masuk dalam genus Ziziphus dari famili Rhamnaceae) mencakup puluhan hingga sekitar 40 spesies di seluruh dunia. Dari sekian banyak jenis yang ada, terdapat tiga spesies yang paling masyhur, paling banyak dikenal, serta memiliki fungsi dan pemanfaatannya masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah 3 jenis tanaman sidr (bidara) yang paling masyhur:
1. Bidara Arab (Ziziphus spina-cristi) – Pohon Sidr Asli
Jenis inilah yang secara spesifik disebut sebagai pohon Sidr yang aslinya berasal dari wilayah Timur Tengah dan Jazirah Arab. Daunnya yang khas memiliki kandungan alami yang apabila diremas dengan air dapat menghasilkan busa seperti sabun.
Dalam tradisi Islam, jenis ini sangat istimewa dan masyhur karena daunnya sering dicari untuk keperluan pengobatan herbal, terapi ruqyah syar'iyyah, bahan produk perawatan tubuh alami, serta digunakan dalam prosesi pemandian jenazah.
2. Bidara India / Apel Putsa (Ziziphus mauritiana)
Meskipun populer dengan sebutan bidara India (atau Indian jujube), tanaman ini juga telah lama beradaptasi dan tumbuh subur di berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di tanah air, jenis yang sering tumbuh liar ini juga akrab disebut sebagai bidara kampung atau bidara lokal.
Berbeda dari bidara Arab yang diunggulkan dari daunnya, bidara India sangat masyhur sebagai tanaman penghasil buah. Melalui proses budidaya dan persilangan modern (seperti varietas apel putsa), tanaman ini menghasilkan buah berukuran lebih besar dengan rasa yang manis dan renyah, menyerupai buah apel hijau.
3. Bidara Cina / Jujube (Ziziphus jujuba)
Bidara Cina adalah jenis pohon berkayu yang buahnya memiliki nilai ekonomi serta kesehatan yang tinggi secara global, terutama di kawasan Asia Timur. Saat masih muda buahnya berwarna hijau, namun ketika matang akan berubah menjadi cokelat kehitaman dan berkeriput.
Buah dari jenis ini sangat populer dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) dan sering dikeringkan menjadi apa yang dikenal sebagai kurma merah (red date atau angco). Masyarakat memanfaatkannya untuk menjaga stamina tubuh, memelihara kesehatan lambung, hingga menenangkan pikiran.
Berikut adalah 3 jenis tanaman sidr (bidara) yang paling masyhur:
1. Bidara Arab (Ziziphus spina-cristi) – Pohon Sidr Asli
Jenis inilah yang secara spesifik disebut sebagai pohon Sidr yang aslinya berasal dari wilayah Timur Tengah dan Jazirah Arab. Daunnya yang khas memiliki kandungan alami yang apabila diremas dengan air dapat menghasilkan busa seperti sabun.
Dalam tradisi Islam, jenis ini sangat istimewa dan masyhur karena daunnya sering dicari untuk keperluan pengobatan herbal, terapi ruqyah syar'iyyah, bahan produk perawatan tubuh alami, serta digunakan dalam prosesi pemandian jenazah.
2. Bidara India / Apel Putsa (Ziziphus mauritiana)
Meskipun populer dengan sebutan bidara India (atau Indian jujube), tanaman ini juga telah lama beradaptasi dan tumbuh subur di berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di tanah air, jenis yang sering tumbuh liar ini juga akrab disebut sebagai bidara kampung atau bidara lokal.
Berbeda dari bidara Arab yang diunggulkan dari daunnya, bidara India sangat masyhur sebagai tanaman penghasil buah. Melalui proses budidaya dan persilangan modern (seperti varietas apel putsa), tanaman ini menghasilkan buah berukuran lebih besar dengan rasa yang manis dan renyah, menyerupai buah apel hijau.
3. Bidara Cina / Jujube (Ziziphus jujuba)
Bidara Cina adalah jenis pohon berkayu yang buahnya memiliki nilai ekonomi serta kesehatan yang tinggi secara global, terutama di kawasan Asia Timur. Saat masih muda buahnya berwarna hijau, namun ketika matang akan berubah menjadi cokelat kehitaman dan berkeriput.
Buah dari jenis ini sangat populer dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) dan sering dikeringkan menjadi apa yang dikenal sebagai kurma merah (red date atau angco). Masyarakat memanfaatkannya untuk menjaga stamina tubuh, memelihara kesehatan lambung, hingga menenangkan pikiran.



