Jumat, 23 Januari 2026

Ath-Thibbu An-Nabawi Lebih Tinggi Tingkatannya daripada Pengobatan Manusia Biasa



Ath-Thibbu An-Nabawi Lebih Tinggi Tingkatannya daripada Pengobatan Manusia Biasa


ونحن نقول: إن ها هنا أَمْرًا آخَرَ، نِسْبَةُ طِبِّ الْأَطِبَّاءِ إِلَيْهِ كَنِسْبَةِ طِبِّ الطَّرْقِيَّةِ وَالْعَجَائِزِ إِلَى طِبِّهِمْ، وَقَدِ اعْتَرَفَ بِهِ حُذَّاقُهُمْ وَأَئِمَّتُهُمْ، فَإِنَّ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ بِالطِّبِّ مِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: هُوَ قِيَاسٌ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ هُوَ تَجْرِبَةٌ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ هُوَ إِلْهَامَاتٌ، وَمَنَامَاتٌ، وَحَدْسٌ صَائِبٌ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: أُخِذَ كَثِيرٌ مِنْهُ مِنَ الْحَيَوَانَاتِ الْبَهِيمِيَّةِ، كَمَا نُشَاهِدُ السَّنَانِيرَ إِذَا أَكَلَتْ ذَوَاتِ السُّمُومِ تَعْمِدُ إِلَى السِّرَاجِ، فَتَلَغُ فِي الزَّيْتِ تتداوى به، وكما رؤيت الْحَيَّاتُ إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بُطُونِ الْأَرْضِ، وَقَدْ عَشِيَتْ أَبْصَارُهَا تَأْتِي إِلَى وَرَقِ الرَّازِيَانِجِ، فَتُمِرُّ عُيُونَهَا عَلَيْهَا. وَكَمَا عُهِدَ مِنَ الطَّيْرِ الَّذِي يَحْتَقِنُ بِمَاءِ الْبَحْرِ عِنْدَ انْحِبَاسِ طَبْعِهِ، وَأَمْثَالُ ذلك مما ذكر في مبادىء الطِّبِّ.

كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Dan kami katakan: Sesungguhnya di sini (dalam الطب النبوي / Pengobatan Nabawi) terdapat perkara lain, yang mana nisbah (perbandingan) ilmu kedokteran para dokter dibandingkannya adalah seperti perbandingan pengobatan dukun jalanan dan nenek tua dibandingkan dengan ilmu kedokteran mereka (para dokter).

Para dokter yang mahir dan para tokoh mereka pun telah mengakui hal tersebut. Sesungguhnya ilmu kedokteran yang mereka miliki ada yang mengatakan: itu berasal dari qiyas (analogi), ada yang mengatakan dari tajribah (eksperimen/pengalaman). Ada pula yang mengatakan itu berasal dari ilhammimpi-mimpi, dan firasat yang benar.

Bahkan ada yang mengatakan: Banyak dari ilmu tersebut diambil dari hewan-hewan ternak (binatang); sebagaimana kita saksikan kucing (al-sananir) jika memakan hewan berbisa, ia akan menuju lampu minyak lalu menjilat minyaknya untuk mengobati diri. Sebagaimana pula terlihat ular-ular ketika keluar dari perut bumi dalam keadaan pandangan yang kabur, ia mendatangi daun raziyanaj (fennel/adas sowa) lalu mengusapkan matanya ke daun tersebut. Dan sebagaimana diketahui dari burung yang menyuntikkan air laut (ke duburnya) ketika mengalami sembelit. Dan contoh-contoh serupa lainnya yang disebutkan dalam prinsip-prinsip ilmu kedokteran."

Poin Utama dari pemaparan tersebut :

• Keunggulan Wahyu: Ibnu Qayyim menegaskan bahwa pengobatan yang bersumber dari Nabi (Wahyu) jauh lebih tinggi tingkatannya daripada pengobatan manusia biasa.

• Asal-Usul Kedokteran: Beliau menyebutkan bahwa kedokteran manusia berasal dari pengamatan alam, uji coba, bahkan meniru insting hewan yang diberikan Tuhan.

• Kerendahan Hati Ilmiah: Beliau rahimahullah ingin menunjukkan bahwa jika dokter manusia belajar dari hewan, maka tentu belajar dari Sang Pencipta (melalui lisan Nabi) jauh lebih utama.

Jumat, 16 Januari 2026

Adanya Korelasi Antara Pola Makan dan Metode Pengobatan


 


Adanya Korelasi Antara Pola Makan dan Metode Pengobatan


وَالتَّحْقِيقُ فِي ذَلِكَ أَنَّ الْأَدْوِيَةَ مِنْ جِنْسِ الْأَغْذِيَةِ، فَالْأُمَّةُ وَالطَّائِفَةُ الَّتِي غَالِبُ أَغْذِيَتِهَا الْمُفْرَدَاتُ، أَمْرَاضُهَا قَلِيلَةٌ جِدًّا، وَطِبُّهَا بِالْمُفْرَدَاتِ، وَأَهْلُ الْمُدُنِ الَّذِينَ غَلَبَتْ عَلَيْهِمُ الْأَغْذِيَةُ الْمُرَكَّبَةُ يَحْتَاجُونَ إِلَى الْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ، وَسَبَبُ ذَلِكَ أَنَّ أَمْرَاضَهُمْ فِي الْغَالِبِ مُرَكَّبَةٌ، فَالْأَدْوِيَةُ الْمُرَكَّبَةُ أَنْفَعُ لَهَا، وَأَمْرَاضُ أَهْلِ الْبَوَادِي وَالصَّحَارِي مُفْرَدَةٌ، فَيَكْفِي فِي مُدَاوَاتِهَا الْأَدْوِيَةُ الْمُفْرَدَةُ، فَهَذَا بُرْهَانٌ بِحَسْبِ الصِّنَاعَةِ الطبية.
 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

"Dan penelitian mengenai hal tersebut adalah bahwa obat-obatan itu sejenis dengan makanan. Maka, suatu masyarakat atau kelompok yang mayoritas makanannya adalah makanan tunggal (alami/tidak diolah secara kompleks), maka penyakit mereka sangat sedikit, dan pengobatan mereka pun cukup dengan obat-obatan tunggal (herbal sederhana).

Sedangkan penduduk kota yang didominasi oleh makanan campuran (kompleks/olahan), mereka membutuhkan obat-obatan yang juga campuran (kompleks). Hal itu dikarenakan penyakit mereka umumnya bersifat kompleks, sehingga obat-obatan campuran lebih bermanfaat bagi mereka.

Adapun penyakit penduduk pedalaman dan padang pasir bersifat tunggal (sederhana), maka cukup bagi mereka pengobatan dengan obat-obatan tunggal. Ini adalah sebuah bukti (argumen) yang sesuai kaidah ilmu kedokteran."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 10.

Jumat, 09 Januari 2026

Dahulukan Berobat Dengan Makanan Sebelum Penggunaan Obat-obatan



Dahulukan Berobat Dengan Makanan Sebelum Penggunaan Obat-obatan


وَقَدِ اتَّفَقَ الْأَطِبَّاءُ عَلَى أَنَّهُ مَتَى أَمْكَنَ التَّدَاوِي بِالْغِذَاءِ لَا يُعْدَلُ عَنْهُ إِلَى الدَّوَاءِ، وَمَتَى أَمْكَنَ بِالْبَسِيطِ لَا يُعْدَلُ عَنْهُ إِلَى الْمُرَكَّبِ.

قَالُوا وَكُلُّ دَاءٍ قُدِرَ عَلَى دَفْعِهِ بِالْأَغْذِيَةِ وَالْحِمْيَةِ، لَمْ يُحَاوَلْ دَفْعُهُ بِالْأَدْوِيَةِ.

قَالُوا وَلَا يَنْبَغِي لِلطَّبِيبِ أَنْ يَوْلَعَ بِسَقْيِ الْأَدْوِيَةِ، فَإِنَّ الدَّوَاءَ إِذَا لَمْ يَجِدْ فِي الْبَدَنِ دَاءً يُحَلِّلُهُ، أَوْ وَجَدَ دَاءً لَا يُوَافِقُهُ، أَوْ وَجَدَ مَا يُوَافِقُهُ فَزَادَتْ كَمِّيَّتُهُ عَلَيْهِ، أو كيفيته،نشبت؟؟؟ بِالصِّحَّةِ، وَعَبَثَ بِهَا. وَأَرْبَابُ التَّجَارِبِ مِنَ الْأَطِبَّاءِ طِبُّهُمْ بِالْمُفْرَدَاتِ غَالِبًا، وَهُمْ أَحَدُ فِرَقِ الطِّبِّ الثَّلَاثِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩-١٠ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah di dalam kitabnya Ath-Thibbu An-Nabawi berkata :

"Para dokter telah sepakat bahwa selama pengobatan memungkinkan untuk dilakukan dengan makanan (pengaturan makanan), maka tidak boleh beralih menggunakan obat-obatan. Dan selama pengobatan memungkinkan dengan obat yang tunggal (sederhana), maka tidak boleh beralih kepada obat yang campuran (kompleks).

Mereka berkata: Setiap penyakit yang masih mungkin diatasi dengan pengaturan makanan dan pantangan (diet), maka janganlah mencoba mengatasinya dengan obat-obatan.

Mereka juga berkata: Tidak sepantasnya bagi seorang dokter memiliki kegemaran memberikan obat-obatan (secara berlebihan). Karena sesungguhnya obat itu, apabila tidak menemukan penyakit di dalam tubuh untuk diuraikan, atau menemukan penyakit namun obat tersebut tidak cocok dengannya, atau menemukan penyakit yang cocok namun dosisnya (kuantitas) atau kadarnya (kualitas) melebihi batas, maka obat tersebut akan merusak kesehatan dan mengganggunya. Para dokter ahli pengalaman (empiris) mayoritas pengobatannya menggunakan obat-obatan tunggal (herbal sederhana), dan mereka adalah salah satu dari tiga aliran kedokteran."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 9-10.

Kamis, 01 Januari 2026

Penggunaan Obat-obatan Tunggal dan Obat-obatan Campuran


 

Penggunaan Obat-obatan Tunggal dan Obat-obatan Campuran


فَكَانَ مِنْ هَدْيِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِعْلُ التَّدَاوِي فِي نَفْسِهِ، وَالْأَمْرُ بِهِ لِمَنْ أَصَابَهُ مَرَضٌ مِنْ أَهْلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ هَدْيِهِ وَلَا هَدْيِ أَصْحَابِهِ اسْتِعْمَالُ هَذِهِ الْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ الَّتِي تُسَمَّى أَقْرَبَاذِينَ، بَلْ كَانَ غَالِبُ أَدْوِيَتِهِمْ بِالْمُفْرَدَاتِ، وَرُبَّمَا أَضَافُوا إِلَى الْمُفْرَدِ مَا يُعَاوِنُهُ، أَوْ يَكْسِرُ سَوْرَتَهُ، وَهَذَا غَالِبُ طِبِّ الْأُمَمِ عَلَى اخْتِلَافِ أَجْنَاسِهَا مِنَ الْعَرَبِ وَالتُّرْكِ، وَأَهْلِ الْبَوَادِي قَاطِبَةً، وَإِنَّمَا عُنِيَ بِالْمُرَكَّبَاتِ الرُّومُ وَالْيُونَانِيُّونَ، وَأَكْثَرُ طِبِّ الْهِنْدِ بِالْمُفْرَدَاتِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩ - ابن القيم

Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata :
"Termasuk dari petunjuk Nabi ﷺ adalah melakukan pengobatan untuk dirinya sendiri, dan memerintahkan orang lain yang sakit dari kalangan keluarga maupun sahabatnya untuk berobat. Namun, bukanlah termasuk petunjuk beliau maupun para shahabatnya menggunakan obat-obatan campuran yang disebut Aqrabadhin (farmakope). Mayoritas obat-obatan mereka adalah menggunakan bahan tunggal (al-mufradat), terkadang mereka menambahkan unsur lain pada bahan tunggal tersebut untuk membantu efektivitasnya atau untuk meredam kekerasannya. 
Inilah mayoritas sistem kedokteran berbagai bangsa dengan keragaman jenisnya, mulai dari bangsa Arab, Turki, dan seluruh penduduk pedalaman. Adapun obat-obatan campuran lebih banyak diperhatikan oleh bangsa Romawi dan Yunani, sedangkan kebanyakan kedokteran India menggunakan bahan-bahan tunggal."


Jumat, 26 Desember 2025

Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran yang Terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ




Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran yang Terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ


فَالطَّبِيبُ: هُوَ الَّذِي يُفَرِّقُ مَا يَضُرُّ بِالْإِنْسَانِ جَمْعُهُ، أَوْ يَجْمَعُ فِيهِ مَا يضره تفرقه، وينقص مِنْهُ مَا يَضُرُّهُ زِيَادَتُهُ، أَوْ يَزِيدُ فِيهِ مَا يَضُرُّهُ نَقْصُهُ، فَيَجْلِبُ الصِّحَّةَ الْمَفْقُودَةَ، أَوْ يَحْفَظُهَا بِالشَّكْلِ وَالشَّبَهِ، وَيَدْفَعُ الْعِلَّةَ الْمَوْجُودَةَ بِالضِّدِّ وَالنَّقِيضِ، وَيُخْرِجُهَا، أَوْ يَدْفَعُهَا بِمَا يَمْنَعُ مِنْ حُصُولِهَا بِالْحِمْيَةِ، وَسَتَرَى هَذَا كُلَّهُ فِي هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَافِيًا كَافِيًا بِحَوَلِ اللَّهِ وَقُوَّتِهِ، وَفَضْلِهِ وَمَعُونَتِهِ.
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٩ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitab Ath-Thibbun-Nabawi berkata,
"Maka yang disebut ath-thobib (dokter) adalah: orang yang memisahkan apa yang membahayakan manusia jika bersatu, atau menyatukan apa yang membahayakan manusia jika terpisah. Ia mengurangi apa yang membahayakannya jika berlebih, atau menambah apa yang membahayakannya jika kurang.
Dengan demikian, ia mendatangkan kesehatan yang hilang, atau menjaga kesehatan yang ada dengan cara memberikan sesuatu yang serupa/sepadan. Ia menolak penyakit yang ada dengan sesuatu yang berlawanan atau kontradiktif, lalu mengeluarkannya, atau menangkalnya dengan sesuatu yang mencegah terjadinya penyakit tersebut melalui pola makan/hidup sehat (proteksi).
Dan engkau akan melihat semua (prinsip medis) ini dalam petunjuk Rasulullah ﷺ secara menyembuhkan lagi mencukupi, dengan daya, kekuatan, karunia, serta pertolongan Allah."

📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi halaman 9.

Kamis, 18 Desember 2025

Ilmu Kedokteran Tubuh ( Fisik ) Terbagi Menjadi Dua Jenis






Ilmu Kedokteran Tubuh ( Fisik ) Terbagi Menjadi Dua Jenis



قال ابن القيم رحمه الله

وَأَمَّا طِبُّ الْأَبْدَانِ: فَإِنَّهُ نَوْعَانِ: نَوْعٌ قَدْ فَطَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْحَيَوَانَ نَاطِقَهُ وَبَهِيمَهُ، فَهَذَا لَا يُحْتَاجُ فِيهِ إِلَى مُعَالَجَةِ طَبِيبٍ، كَطِبِّ الْجُوعِ، وَالْعَطَشِ وَالْبَرْدِ، وَالتَّعَبِ بِأَضْدَادِهَا وَمَا يُزِيلُهَا.

وَالثَّانِي: مَا يَحْتَاجُ إِلَى فِكْرٍ وَتَأَمُّلٍ، كَدَفْعِ الْأَمْرَاضِ الْمُتَشَابِهَةِ الْحَادِثَةِ فِي الْمِزَاجِ، بِحَيْثُ يَخْرُجُ بِهَا عَنِ الِاعْتِدَالِ، إِمَّا إِلَى حَرَارَةٍ، أَوْ بُرُودَةٍ، أَوْ يُبُوسَةٍ، أَوْ رُطُوبَةٍ، أَوْ مَا يَتَرَكَّبُ مِنَ اثْنَيْنِ مِنْهَا، وَهِيَ نَوْعَانِ: إِمَّا مَادِّيَّةٌ، وَإِمَّا كَيْفِيَّةٌ، أَعْنِي إِمَّا أَنْ يَكُونَ بِانْصِبَابِ مَادَّةٍ، أَوْ بِحُدُوثِ كَيْفِيَّةٍ، وَالْفَرْقُ بَيْنَهُمَا أَنَّ أَمْرَاضَ الْكَيْفِيَّةِ تَكُونُ بَعْدَ زَوَالِ الْمَوَادِّ الَّتِي أَوْجَبَتْهَا، فَتَزُولُ مَوَادُّهَا، وَيَبْقَى أَثَرُهَا كَيْفِيَّةً فِي الْمِزَاجِ.
كتاب الطب النبوي لابن القيم  ص ٨ - ابن القيم

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitab Thibbun Nabawi menyebutkan

"Adapun kedokteran tubuh (fisik) itu terbagi menjadi dua jenis:

Jenis Pertama: Sesuatu yang telah Allah fitrahkan (tanamkan secara naluriah) pada makhluk hidup, baik yang berbicara (manusia) maupun hewan. Jenis ini tidak membutuhkan penanganan dokter, seperti mengobati rasa lapar (dengan makan), rasa haus (dengan minum), rasa dingin (dengan penghangat), dan rasa lelah dengan (istirahat). Hal-hal ini dihilangkan dengan lawan darinya.

Jenis Kedua: Sesuatu yang membutuhkan pemikiran dan perenungan (diagnosa). Yaitu pengobatan untuk menolak penyakit-penyakit serupa yang terjadi pada mizaj (keseimbangan unsur tubuh), sehingga tubuh keluar dari keadaan stabilnya. Ketidakseimbangan ini bisa berupa panas, dingin, kering, lembap, atau kombinasi dari dua unsur tersebut.

Penyakit jenis kedua ini terbagi lagi menjadi dua:

• Maddiyah (Material): Yaitu penyakit yang disebabkan oleh adanya zat atau materi tertentu yang masuk/berkumpul di dalam tubuh.

• Kaifiyah (Kualitas/Sifat): Yaitu penyakit yang tetap ada setelah hilangnya materi yang menyebabkannya. Maksudnya, materinya sudah hilang, namun pengaruh sifatnya (seperti sisa panas atau dingin) masih membekas pada kondisi tubuh.



Jumat, 12 Desember 2025

Penyakit Itu Ada 2 Jenis Yaitu Penyakit Hati dan Penyakit Badan

 


Penyakit Itu Ada 2 Jenis Yaitu Penyakit Hati dan Penyakit Badan


الْمَرَضُ: نَوْعَانِ مَرَضُ الْقُلُوبِ، وَمَرَضُ الْأَبَدَانِ، وَهُمَا مَذْكُورَانِ فِي الْقُرْآنِ.
وَمَرَضُ الْقُلُوبِ: نَوْعَانِ: مَرَضُ شُبْهَةٍ وَشَكٍّ، وَمَرَضُ شَهْوَةٍ وَغَيٍّ، وَكِلَاهُمَا فِي الْقُرْآنِ.
....
وَأَمَّا مَرَضُ الْأَبَدَانِ، فَقَالَ تَعَالَى لَيْسَ عَلَى الْأَعْمى حَرَجٌ وَلا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ «٢» . وَذَكَرَ مَرَضَ الْبَدَنِ فِي الْحَجِّ وَالصَّوْمِ وَالْوُضُوءِ لِسِرٍّ بَدِيعٍ يُبَيِّنُ لَكَ عَظَمَةَ الْقُرْآنِ، وَالِاسْتِغْنَاءَ بِهِ لِمَنْ فَهِمَهُ وَعَقَلَهُ عَنْ سِوَاهُ، وَذَلِكَ أَنَّ قَوَاعِدَ طِبِّ الْأَبْدَانِ ثَلَاثَةٌ حِفْظُ الصِّحَّةِ، وَالْحِمْيَةُ عَنِ الْمُؤْذِي، وَاسْتِفْرَاغُ الْمَوَادِّ الْفَاسِدَةِ، فَذَكَرَ سُبْحَانَهُ هَذِهِ الْأُصُولَ الثَّلَاثَةَ فِي هَذِهِ الْمَوَاضِعِ الثَّلَاثَةِ.
(كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٥-٦ - ابن القيم)

Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata,

"Penyakit itu ada dua jenis: penyakit hati (spiritual/jiwa) dan penyakit badan (fisik), dan keduanya disebutkan di dalam Al-Qur'an.

Adapun penyakit hati, ada dua jenis:
(1) Penyakit syubhat (kerancuan pemahaman) dan keraguan.
(2) Penyakit syahwat (hawa nafsu/keinginan) dan kesesatan.
Dan kedua jenis penyakit hati tersebut juga disebutkan di dalam Al-Qur'an.
.......

Adapun penyakit-penyakit badan, Allah Ta'ala berkalam :

{ لَيْسَ عَلَى الْأَعْمى حَرَجٌ وَلا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ }

“Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit.”  (QS. An-Nur: 61)

Dan Allah menyebutkan penyakit badan dalam (konteks) haji, puasa, dan wudhu' dengan rahasia yang menakjubkan, yang menjelaskan kepadamu keagungan Al-Qur'an, dan kecukupan dengannya bagi orang yang memahaminya dan merenungkannya dari selainnya.
Hal itu dikarenakan kaidah-kaidah pengobatan badan ada tiga:
(1) Menjaga kesehatan.
(2) Menahan diri (berpantang) dari hal yang membahayakan.
(3) Mengeluarkan materi (zat) yang rusak.
Maka Allah Yang Maha Suci menyebutkan tiga prinsip dasar ini di tiga tempat tersebut.

📚 Kitab Ath-Thibbun-Nabawi halaman 5-6

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

  Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَ...