Keunggulan Pengobatan Yang Bersumber dari Wahyu Ilahi
وَأَيْنَ يَقَعُ هَذَا وَأَمْثَالُهُ مِنَ الْوَحْيِ الَّذِي يُوحِيهِ اللَّهُ إِلَى رَسُولِهِ بِمَا يَنْفَعُهُ وَيَضُرُّهُ، فَنِسْبَةُ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الطِّبِّ إِلَى هَذَا الْوَحْيِ كَنِسْبَةِ مَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعُلُومِ إلى ما جاءت به الأنبياء، بل ها هنا مِنَ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي تَشْفِي مِنَ الْأَمْرَاضِ مَا لم يتهد إِلَيْهَا عُقُولُ أَكَابِرِ الْأَطِبَّاءِ، وَلَمْ تَصِلْ إِلَيْهَا علومهم وتجاربهم، و؟؟؟ ن الْأَدْوِيَةِ الْقَلْبِيَّةِ، وَالرُّوحَانِيَّةِ، وَقُوَّةِ الْقَلْبِ، وَاعْتِمَادِهِ عَلَى اللَّهِ، وَالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ، وَالِالْتِجَاءِ إلَيْهِ، وَالِانْطِرَاحِ وَالِانْكِسَارِ بين يديه، والتذلل له، والصدقئة، وَالدُّعَاءِ، وَالتَّوْبَةِ، وَالِاسْتِغْفَارِ، وَالْإِحْسَانِ إِلَى الْخَلْقِ، وَإِغَاثَةِ الْمَلْهُوفِ، وَالتَّفْرِيجِ عَنِ الْمَكْرُوبِ، فَإِنَّ هَذِهِ الْأَدْوِيَةَ قَدْ جَرَّبَتْهَا الْأُمَمُ عَلَى اخْتِلَافِ أَدْيَانِهَا وَمِلَلِهَا، فوجودا لَهَا مِنَ التَّأْثِيرِ فِي الشِّفَاءِ مَا لَا يَصِلُ إِلَيْهِ عِلْمُ أَعْلَمِ الْأَطِبَّاءِ، وَلَا تَجْرِبَتُهُ، وَلَا قِيَاسُهُ.
كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم
"Di manakah posisi ilmu kedokteran mereka (para dokter) dan yang semisalnya jika dibandingkan dengan wahyu yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya mengenai apa yang bermanfaat dan membahayakan manusia?
Perbandingan antara ilmu kedokteran yang mereka miliki dengan wahyu ini، sama seperti perbandingan antara ilmu pengetahuan mereka dengan apa yang dibawa oleh para Nabi. Bahkan, di dalam wahyu terdapat obat-obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak sanggup dijangkau oleh akal para dokter besar, serta tidak tersentuh oleh ilmu dan pengalaman mereka.
Obat-obat tersebut adalah obat-obat hati dan spiritual, seperti:
• Kekuatan hati dan bersandar kepada Allah.
• Tawakal dan berlindung kepada-Nya.
• Menghinakan diri dan merasa butuh di hadapan-Nya.
• Sedekah, doa, taubat, dan istighfar.
• Berbuat baik kepada sesama, membantu orang yang kesulitan, dan melapangkan beban orang yang tertimpa musibah.
Sungguh, obat-obat ini telah dibuktikan oleh berbagai bangsa dengan latar belakang agama yang berbeda-beda, dan mereka menemukan efek penyembuhan yang tidak bisa dicapai oleh ilmu, eksperimen, maupun logika dokter yang paling hebat sekalipun."
📚 Kitab Ath-Thibbu An-Nabawi karya Ibnul Qoyyim halaman 10.







