Penyakit Itu Ada 2 Jenis Yaitu Penyakit Hati dan Penyakit Badan
الْمَرَضُ: نَوْعَانِ مَرَضُ الْقُلُوبِ، وَمَرَضُ الْأَبَدَانِ، وَهُمَا مَذْكُورَانِ فِي الْقُرْآنِ.
وَمَرَضُ الْقُلُوبِ: نَوْعَانِ: مَرَضُ شُبْهَةٍ وَشَكٍّ، وَمَرَضُ شَهْوَةٍ وَغَيٍّ، وَكِلَاهُمَا فِي الْقُرْآنِ.
....وَأَمَّا مَرَضُ الْأَبَدَانِ، فَقَالَ تَعَالَى لَيْسَ عَلَى الْأَعْمى حَرَجٌ وَلا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ «٢» . وَذَكَرَ مَرَضَ الْبَدَنِ فِي الْحَجِّ وَالصَّوْمِ وَالْوُضُوءِ لِسِرٍّ بَدِيعٍ يُبَيِّنُ لَكَ عَظَمَةَ الْقُرْآنِ، وَالِاسْتِغْنَاءَ بِهِ لِمَنْ فَهِمَهُ وَعَقَلَهُ عَنْ سِوَاهُ، وَذَلِكَ أَنَّ قَوَاعِدَ طِبِّ الْأَبْدَانِ ثَلَاثَةٌ حِفْظُ الصِّحَّةِ، وَالْحِمْيَةُ عَنِ الْمُؤْذِي، وَاسْتِفْرَاغُ الْمَوَادِّ الْفَاسِدَةِ، فَذَكَرَ سُبْحَانَهُ هَذِهِ الْأُصُولَ الثَّلَاثَةَ فِي هَذِهِ الْمَوَاضِعِ الثَّلَاثَةِ.
(كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ٥-٦ - ابن القيم)
Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata,
"Penyakit itu ada dua jenis: penyakit hati (spiritual/jiwa) dan penyakit badan (fisik), dan keduanya disebutkan di dalam Al-Qur'an.
Adapun penyakit hati, ada dua jenis:
(1) Penyakit syubhat (kerancuan pemahaman) dan keraguan.
(2) Penyakit syahwat (hawa nafsu/keinginan) dan kesesatan.
Dan kedua jenis penyakit hati tersebut juga disebutkan di dalam Al-Qur'an.
.......
Adapun penyakit-penyakit badan, Allah Ta'ala berkalam :
{ لَيْسَ عَلَى الْأَعْمى حَرَجٌ وَلا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ }
“Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit.” (QS. An-Nur: 61)
Dan Allah menyebutkan penyakit badan dalam (konteks) haji, puasa, dan wudhu' dengan rahasia yang menakjubkan, yang menjelaskan kepadamu keagungan Al-Qur'an, dan kecukupan dengannya bagi orang yang memahaminya dan merenungkannya dari selainnya.
Hal itu dikarenakan kaidah-kaidah pengobatan badan ada tiga:
(1) Menjaga kesehatan.
(2) Menahan diri (berpantang) dari hal yang membahayakan.
(3) Mengeluarkan materi (zat) yang rusak.
Maka Allah Yang Maha Suci menyebutkan tiga prinsip dasar ini di tiga tempat tersebut.
📚 Kitab Ath-Thibbun-Nabawi halaman 5-6











