Sabtu, 22 November 2025

Keutamaan Al-Khallu ( Cuka ) dan Makan Bersamanya ( Sebagai Lauk/Bumbu )


 


Keutamaan Al-Khallu ( Cuka ) dan Makan Bersamanya ( Sebagai Lauk/Bumbu )



صحيح مسلم ٣٨٢٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ فَقَالُوا مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

Shahih Muslim .... dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi bertanya kepada istrinya-istrinya mengenai lauk, lalu mereka menjawab: "Kita tidak punya apa-apa selain cuka." Beliau menyuruh diambilkan kemudian beliau makan dengan cuka tersebut sambil bersabda: 'Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.'

Imam An-Nawawi dalam kitabnya terkait makna hadits menukil  perkataan Al-Khatthabi dan Qodhi 'Iyadh,

وأما معنى الحديث فقال الخطابي والقاضي عياض : معناه مدح الاقتصار في المأكل ومنع النفس من ملاذ الأطعمة .
تقديره ائتدموا بالخل وما في معناه مما تخف مؤنته ، ولا يعز وجوده ، ولا تتأنقوا في الشهوات ، فإنها مفسدة للدين ، مسقمة للبدن . هذا كلام الخطابي ومن تابعه
(شرح النووي على مسلم)

Adapun makna hadits ini, Al-Khatthabi dan Al-Qadhi Iyadh mengatakan, "Maknanya adalah memuji kesederhanaan dalam makanan dan mencegah diri dari makanan yang lezat-lezat." Perkiraannya adalah, "Makanlah cuka dan yang serupa dengannya yang mudah didapatkan, tidak mahal, dan tidak membuat diri menjadi rakus, karena itu akan merusak agama dan membuat badan menjadi sakit." Ini adalah perkataan Al-Khatthabi dan yang mengikutinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

  Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَ...