Setiap Penyakit Ada Obatnya إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ
الحمد لله (٢).ثبت في صحيح البخاري (٣) من حديث أبي هريرة عن النبي ﷺ أنه قال: "ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء".
وفي صحيح مسلم (٤) من حديث جابر (٥) بن عبد الله قال: قال رسول الله ﷺ: "لكل داء دواء، فإذا أصيب دواء الداء برأ بإذن الله".
وفي مسند الإِمام أحمد (٦) من حديث أسامة بن شريك عن النبي ﷺ قال: "إن الله لم يُنْزِلْ داءً إلا أنزل له شفاءً، علِمَه مَن علِمَه، وجَهِله مَن جَهِله".
وفي لفظ (١): "إن الله لم يضع داءً إلا وضع له شفاءً أو دواءً إلا داءً واحدًا" قالوا: يا رسول الله ما هو؟ قال: "الهرَم". قال الترمذي: هذا حديث حسن صحيح (٢)وهذا يعمّ أدواءَ القلب والروح والبدن، وأدويتَها.
( كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم ص ٤-٥ - ابن القيم )
Alhamdulillah. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya."
Dalam Shahih Muslim dari hadits Jabir bin Abdullah, Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan idzin Allah."
Dalam Musnad Imam Ahmad dari hadits Usamah bin Syarik dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya. Ini diketahui oleh sebagian orang dan tidak diketahui oleh yang lain."
Dalam lafazh lain disebutkan, "Sungguh, Allah tidak meletakkan penyakit melainkan Allah juga meletakkan obatnya, kecuali satu penyakit." Para shahabat bertanya, "Penyakit apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pikun." Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih ¹ ².
Dalil-dalil tersebut mencakup semua penyakit yang terdapat di hati, ruh, dan badan. Ia mencakup semua obat dari tiap-tiap penyakit tersebut.
(lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 4-5)








