Jumat, 27 Februari 2026

Manfaat Nabidz ( النَّبِيذَ ) Untuk Sahur dan Berbuka Puasa


 


Manfaat Nabidz ( النَّبِيذَ ) Untuk Sahur dan Berbuka Puasa


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: لَقَدْ سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِقْدَحِي هَذَا كُلَّ الشَّرَابِ: الْعَسَلَ وَالنَّبِيذَ وَالْمَاءَ وَاللَّبَنَ

“Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 'Sungguh aku telah menuangkan untuk Rasulullah dengan gelas milikku ini berbagai macam minuman: madu, nabidz, air, dan susu'.” (HR. Muslim No. 2008).

Nabidz adalah minuman hasil rendaman kurma atau kismis (air nanodz/nabeez) yang merupakan kegemaran Rasulullah , bersifat manis, dan halal jika tidak difermentasi hingga memabukkan.

Manfaat Air Nabidz untuk Sahur & Berbuka Puasa

🔸 Peningkat Energi Instan. Kandungan gula alami (fruktosa, glukosa) dalam air nabidz cepat diserap tubuh, membantu mengatasi rasa lemas dan meningkatkan stamina dengan cepat saat berbuka atau sahur.
🔸 Hidrasi Maksimal. Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa, efektif mencegah dehidrasi.
🔸 Kesehatan Pencernaan. Serat yang tinggi membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, serta meredakan kembung.
🔸 Menetralkan Asam Lambung. Nabidz  bersifat alkaline, membantu menetralkan asam lambung yang berlebih selama puasa, sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan lambung.
🔸 Detoksifikasi. Membantu membuang racun atau sampah metabolisme dari dalam tubuh. 

Cara Membuat:
Rendam 3, 5, atau 7 butir kurma (dalam jumlah ganjil) ke dalam 1 gelas air putih. Tutup rapat dan diamkan selama 8–12 jam. 

Jumat, 20 Februari 2026

Di Antara Manfaat Makan Sahur Dengan Kurma


 

Di Antara Manfaat Makan Sahur Dengan Kurma


1. Kurma Itu Sebaik-baik Makanan Sahur

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

"Dari Abu Hurairah, dari Nabi , beliau bersabda: 'Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma.'(Sunan Abi Daud No. 2345)

2. Sumber Energi Berkelanjutan 

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh untuk memberikan energi instan. Selain itu, kandungan karbohidrat kompleksnya membantu menjaga stamina selama berpuasa lebih dari 12 jam. 

3. Kenyang Lebih Lama 

Kandungan serat yang tinggi pada kurma memperlambat proses pencernaan, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama dan mencegah lapar berlebih di siang hari. 

4. Melancarkan Pencernaan 

Serat dalam kurma tidak hanya menahan lapar, tetapi juga berfungsi melancarkan sistem pencernaan serta mencegah masalah umum saat puasa seperti sembelit. 

5.  Menjaga Kesehatan Jantung & Darah 

🔸 Kalium dan Magnesium: Membantu mengendalikan detak jantung dan menurunkan tekanan darah.
🔸 Zat Besi: Membantu produksi sel darah merah sehingga mengurangi risiko anemia atau kurang darah selama berpuasa. 

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين.

Jumat, 13 Februari 2026

Setiap Penyakit Ada Obatnya dan Setiap Kesembuhan Dengan Idzin Allah



Setiap Penyakit Ada Obatnya dan Setiap Kesembuhan Dengan Idzin Allah



رَوَى مسلم فِي «صَحِيحِهِ» : مِنْ حَدِيثِ أَبِي الزبير، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ «لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ» «٣» .
(أخرجه مسلم في كتاب الطب عن جابر، والإمام أحمد، ولم يخرجه البخاري واستدركه الحاكم فوهم)
وَفِي «الصَّحِيحَيْنِ» عَنْ عطاء، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ دَاءٍ إِلَّا أَنْزَلَ له شفاء» «٤» .
(أخرجه ابن ماجه. والبخاري في الطب. ورواه مسلم بلفظ «ما أنزل الله داء إلا أنزل له دواء، فإذا أصيب دواء الداء برىء بإذن الله)
📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١١  - ابن القيم

Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya: dari hadis Abu Zubair, dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda: «Setiap penyakit ada obatnya. Maka apabila obat itu mengenai penyakit, ia akan sembuh dengan izin Allah 'Azza wa Jalla»".
(Dikeluarkan oleh Muslim dalam Kitab ath-Thibb dari Jabir, dan Imam Ahmad, dan tidak dikeluarkan oleh al-Bukhari, dan al-Hakim menganggapnya (ada dalam Bukhari) namun keliru)

Dan dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim) dari 'Atha, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: «Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan menurunkan pula untuknya obat»".
(Dikeluarkan oleh Ibnu Majah. Dan Bukhari dalam Kitab Ath-Thibb. Dan diriwayatkan oleh Muslim dengan lafazh : «Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan menurunkan untuknya obat, maka jika obat penyakit itu tepat, ia sembuh dengan izin Allah»)

📚  Kitab Ath-Thibbun Nabawi karya Ibnul Qoyyim halaman 11
H

Jumat, 06 Februari 2026

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

 


Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif



وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَأَيْنَاهَا تَفْعَلُ مَا لَا تفعل الأدوية الْحِسِّيَّةُ، بَلْ تَصِيرُ الْأَدْوِيَةُ الْحِسِّيَّةُ عِنْدَهَا بِمَنْزِلَةِ أَدْوِيَةِ الطَّرْقِيَّةِ عِنْدَ الْأَطِبَّاءِ، وَهَذَا جَارٍ عَلَى قَانُونِ الْحِكْمَةِ الْإِلَهِيَّةِ لَيْسَ خَارِجًا عَنْهَا، وَلَكِنَّ الْأَسْبَابَ مُتَنَوِّعَةٌ، فَإِنَّ الْقَلْبَ مَتَى اتَّصَلَ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ، وَخَالِقِ الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ، وَمُدَبِّرِ الطَّبِيعَةِ وَمُصَرِّفِهَا عَلَى مَا يَشَاءُ كَانَتْ لَهُ أَدْوِيَةٌ أُخْرَى غَيْرُ الْأَدْوِيَةِ الَّتِي يُعَانِيهَا الْقَلْبُ الْبَعِيدُ مِنْهُ الْمُعْرِضُ عَنْهُ، وَقَدْ عُلِمَ أَنَّ الْأَرْوَاحَ مَتَى قَوِيَتْ، وَقَوِيَتِ النَّفْسُ وَالطَّبِيعَةُ تَعَاوَنَا عَلَى دَفْعِ الدَّاءِ وَقَهْرِهِ، فَكَيْفَ يُنْكَرُ لِمَنْ قَوِيَتْ طَبِيعَتُهُ ونفسه، وفرحت بقربها من بارئها، وأنسهابه، وَحُبِّهَا لَهُ، وَتَنَعُّمِهَا بِذِكْرِهِ، وَانْصِرَافِ قُوَاهَا كُلِّهَا إلَيْهِ، وَجَمْعِهَا عَلَيْهِ، وَاسْتِعَانَتِهَا بِهِ، وَتَوَكُّلِهَا عَلَيْهِ، أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ لَهَا مِنْ أَكْبَرِ الْأَدْوِيَةِ، وَأَنْ تُوجِبَ لَهَا هَذِهِ الْقُوَّةُ دَفْعَ الْأَلَمِ بِالْكُلِّيَّةِ، وَلَا يُنْكِرُ هَذَا إِلَّا أَجْهَلُ النَّاسِ، وَأَغْلَظُهُمْ حِجَابًا، وَأَكْثَفُهُمْ نَفْسًا، وَأَبْعَدُهُمْ عَنِ اللَّهِ وَعَنْ حَقِيقَةِ الْإِنْسَانِيَّةِ، وَسَنَذْكُرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ السَّبَبَ الَّذِي بِهِ أَزَالَتْ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ دَاءَ اللَّدْغَةِ عَنِ اللَّدِيغِ الَّتِي رُقِيَ بِهَا، فَقَامَ حَتَّى كَأَنَّ مَا بِهِ قَلَبَةٌ «١» .📚 كتاب الطب النبوي لابن القيم ص ١٠ - ابن القيم

Dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan,

"Kami dan orang lain telah mencoba banyak hal dari jenis ini (pengobatan spiritual/ruqyah) dan kami melihatnya memberikan dampak yang tidak dapat dilakukan oleh obat-obatan fisik (medis). Bahkan, obat-obatan fisik terkadang menjadi seperti obat rendahan (tidak efektif) di sisi pengobatan tersebut. Hal ini berjalan sesuai dengan hukum hikmah Ilahi, tidak keluar darinya, namun penyebabnya memang beragam.

Sesungguhnya, ketika hati terhubung dengan Rabb semesta alam, Sang Pencipta penyakit dan obat, serta Pengatur alam dan Pengelola kehendak-Nya, maka ia akan memiliki obat-obatan lain yang berbeda dengan obat yang diusahakan oleh hati yang jauh dan berpaling dari-Nya. Telah diketahui bahwa ketika ruh menguat, serta jiwa dan tabiat (fisik) menguat, keduanya bekerja sama untuk menolak dan menaklukkan penyakit.

Maka, bagaimana mungkin diingkari bagi orang yang kuat tabiat dan jiwanya, gembira karena kedekatannya dengan Penciptanya, merasa tenteram dengan-Nya, mencintai-Nya, menikmati dzikir kepada-Nya, mengarahkan seluruh kekuatannya kepada-Nya, mengumpulkan tekad pada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya, bahwa itu semua menjadi obat terbesar baginya? Dan kekuatan ini mengharuskan tertolaknya rasa sakit secara keseluruhan.

Tidak ada yang mengingkari ini kecuali orang yang paling bodoh, yang paling tebal penghalangnya (dari kebenaran), yang paling kotor jiwanya, dan yang paling jauh dari Allah serta jauh dari hakikat kemanusiaan. Kami akan menyebutkan, insya Allah, penyebab bagaimana bacaan Al-Fatihah menghilangkan penyakit sengatan pada orang yang disengat (kalajengking) yang diruqyah dengannya, sehingga ia bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa padanya."

Kutipan ini berasal dari kitab "Zad al-Ma'ad" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, yang menjelaskan tentang keutamaan pengobatan spiritual/ruqyah (termasuk Surat Al-Fatihah) di atas pengobatan fisik semata ketika didasari keimanan yang kuat.


Tujuan Ibadah Puasa dan Di Antara Hikmah/Manfaat Puasa Untuk Kesehatan

Tujuan Ibadah Puasa dan Di Antara Hikmah/Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tujuan Ibadah Puasa Tujuan utama puasa dalam Islam adalah ibadah kep...