Jumat, 28 November 2025

Madu Ada Bermacam-macam Warnanya





Madu Ada Bermacam-macam Warnanya


ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٦٩

"kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir." (QS. An-Nahl : 69)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya menjelaskan,

وَقَوْلُهُ تَعَالَى ﴿يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ﴾ أَيْ: مَا بَيْنَ أَبْيَضَ وَأَصْفَرَ وَأَحْمَرَ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْأَلْوَانِ الْحَسَنَةِ، عَلَى اخْتِلَافِ مَرَاعِيهَا وَمَأْكَلِهَا مِنْهَا

"Dan kalam-Nya: {يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ} "Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya" (QS. An-Nahl: 69), yaitu antara putih, kuning, merah, dan warna-warna lainnya yang indah, tergantung pada perbedaan tempat mencari makan dan jenis makanan yang dimakannya."



🍯 Madu memiliki aneka warna karena dipengaruhi oleh sumber nektar bunga, mineral dalam nektar, musim panen, dan usia penyimpanan. Warna terang seperti kuning muda atau emas cenderung memiliki rasa lebih lembut, sementara warna gelap seperti cokelat memiliki rasa lebih kuat dan kaya rasa. 

🍯 Faktor yang memengaruhi warna madu
• Sumber nektar: Warna madu sangat bergantung pada jenis bunga yang dihisap lebah. Madu dari bunga seperti semanggi atau bunga jeruk akan memiliki warna lebih terang, sedangkan madu dari bunga seperti soba atau manuka berwarna lebih gelap.
• Kandungan mineral: Mineral seperti belerang, kalsium, dan kalium dalam nektar juga memengaruhi warna. Semakin tinggi kandungan mineralnya, semakin gelap warna madu yang dihasilkan.
• Musim panen: Madu yang dipanen di musim semi cenderung lebih terang, sementara madu yang dipanen di musim gugur cenderung lebih gelap.
• Usia dan penyimpanan: Seiring waktu, warna madu bisa berubah. Madu terang bisa menjadi lebih gelap jika terkena panas atau disimpan terlalu lama, dan madu gelap bisa menjadi lebih gelap lagi. 

🍯 Hubungan antara warna, rasa, dan antioksidan 
• Rasa: Secara umum, madu berwarna terang memiliki rasa yang lebih lembut dan ringan, sementara madu berwarna gelap memiliki rasa yang lebih kuat dan pekat.
• Antioksidan: Madu berwarna gelap umumnya mengandung konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan madu berwarna terang. Antioksidan ini berperan penting dalam melindungi tubuh dari radikal bebas. 

والله تعالى أعلم بالصواب، والحمد لله رب العالمين

Sabtu, 22 November 2025

Keutamaan Al-Khallu ( Cuka ) dan Makan Bersamanya ( Sebagai Lauk/Bumbu )


 


Keutamaan Al-Khallu ( Cuka ) dan Makan Bersamanya ( Sebagai Lauk/Bumbu )



صحيح مسلم ٣٨٢٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ فَقَالُوا مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

Shahih Muslim .... dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi bertanya kepada istrinya-istrinya mengenai lauk, lalu mereka menjawab: "Kita tidak punya apa-apa selain cuka." Beliau menyuruh diambilkan kemudian beliau makan dengan cuka tersebut sambil bersabda: 'Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.'

Imam An-Nawawi dalam kitabnya terkait makna hadits menukil  perkataan Al-Khatthabi dan Qodhi 'Iyadh,

وأما معنى الحديث فقال الخطابي والقاضي عياض : معناه مدح الاقتصار في المأكل ومنع النفس من ملاذ الأطعمة .
تقديره ائتدموا بالخل وما في معناه مما تخف مؤنته ، ولا يعز وجوده ، ولا تتأنقوا في الشهوات ، فإنها مفسدة للدين ، مسقمة للبدن . هذا كلام الخطابي ومن تابعه
(شرح النووي على مسلم)

Adapun makna hadits ini, Al-Khatthabi dan Al-Qadhi Iyadh mengatakan, "Maknanya adalah memuji kesederhanaan dalam makanan dan mencegah diri dari makanan yang lezat-lezat." Perkiraannya adalah, "Makanlah cuka dan yang serupa dengannya yang mudah didapatkan, tidak mahal, dan tidak membuat diri menjadi rakus, karena itu akan merusak agama dan membuat badan menjadi sakit." Ini adalah perkataan Al-Khatthabi dan yang mengikutinya.

Jumat, 21 November 2025

Doa Adalah Salah Satu Obat Yang Paling Bermanfaat




Doa Adalah Salah Satu Obat Yang Paling Bermanfaat


الدُّعَاءُ مِنْ أَنْفَعِ الْأَدْوِيَةِ


وَالدُّعَاءُ مِنْ أَنْفَعِ الْأَدْوِيَةِ، وَهُوَ عَدُوُّ الْبَلَاءِ، يَدْفَعُهُ، وَيُعَالِجُهُ، وَيَمْنَعُ نُزُولَهُ، وَيَرْفَعُهُ، أَوْ يُخَفِّفُهُ إِذَا نَزَلَ، وَهُوَ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ.

كَمَا رَوَى الْحَاكِمُ فِي صَحِيحِهِ مِنْ حَدِيثِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ» .

(كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم  ص ١٠  - ابن القيم)

Doa Adalah Salah Satu Obat Yang Paling Bermanfaat

Doa adalah salah satu obat yang paling bermanfaat, dan doa adalah musuh bagi al-bala' (musibah), ia dapat menolaknya, mengobatinya, mencegahnya turun, mengangkatnya, atau meringankannya jika sudah turun. Doa adalah senjata bagi orang mukmin.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Shahihnya dari hadits Ali bin Abi Thalib radhiyaallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: "Doa adalah senjata bagi orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.

📚 lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 10

Jumat, 14 November 2025

Al-Qur'an Secara Keseluruhan Adalah Obat





Al-Qur'an Secara Keseluruhan Adalah Obat
القرآن كله شفاء



وقد أخبر سبحانه عن القرآن أنه شفاء، فقال تعالى: ﴿ولو جعلناه قرآنا أعجميا لقالوا لولا فصلت آياته أأعجمي وعربي قل هو للذين آمنوا هدى وشفاء﴾ (فصلت: ٤٤).

وقال: ﴿وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين﴾ (الإسراء: ٨٢). و"من" ها هنا لبيان الجنس لا للتبعيض، فإن القرآن كله شفاء، كما قال في الآية الأخرى . فهو شفاء للقلوب من داء الجهل والشك والريب، فلم ينزل الله سبحانه من السماء شفاء قط أعم ولا أنفع ولا أعظم ولا أنجع في إزالة الداء من القرآن.

( كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم  ص ٦  - ابن القيم )

"Dan sungguh, Allah telah memberitahu tentang Al-Qur'an bahwa ia adalah obat, Allah berkalam :

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗۗ ءَا۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌۗ .... ۝٤٤ (فصلت: ٤٤)

"Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. ...." (QS. Fushshilat: 44).

Dan Allah juga berkalam :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ۝٨٢ (الإسراء: ٨٢)

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, ...." (QS. Al-Isra': 82). Dan kata "min" di sini menunjukkan jenis, bukan sebagian, karena Al-Qur'an secara keseluruhan adalah obat, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain. Maka, Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari penyakit kebodohan, keraguan, dan kebimbangan. Tidak ada obat yang diturunkan Allah dari langit yang lebih umum, lebih bermanfaat, lebih besar, dan lebih manjur dalam menghilangkan penyakit daripada Al-Qur'an."

( lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 6 )

Jumat, 07 November 2025

Setiap Penyakit Ada Obatnya



Setiap Penyakit Ada Obatnya  إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ


الحمد لله (٢).ثبت في صحيح البخاري (٣) من حديث أبي هريرة  عن النبي ﷺ أنه قال: "ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء".
وفي صحيح مسلم (٤) من حديث جابر (٥) بن عبد الله قال: قال رسول الله ﷺ: "لكل داء دواء، فإذا أصيب دواء الداء برأ بإذن الله".
وفي مسند الإِمام أحمد (٦) من حديث أسامة بن شريك عن النبي ﷺ قال: "إن الله لم يُنْزِلْ داءً إلا أنزل له شفاءً، علِمَه مَن علِمَه، وجَهِله مَن جَهِله".
وفي لفظ (١): "إن الله لم يضع داءً إلا وضع له شفاءً أو دواءً إلا داءً واحدًا" قالوا: يا رسول الله ما هو؟ قال: "الهرَم". قال الترمذي: هذا حديث حسن صحيح (٢)
وهذا يعمّ أدواءَ القلب والروح والبدن، وأدويتَها.
( كتاب الداء والدواء = الجواب الكافي - ط عطاءات العلم  ص ٤-٥ - ابن القيم )


Alhamdulillah. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi , beliau bersabda, "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya."

Dalam Shahih Muslim dari hadits Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda, "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan idzin Allah."

Dalam Musnad Imam Ahmad dari hadits Usamah bin Syarik dari Nabi , beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya. Ini diketahui oleh sebagian orang dan tidak diketahui oleh yang lain."

Dalam lafazh lain disebutkan, "Sungguh, Allah tidak meletakkan penyakit melainkan Allah juga meletakkan obatnya, kecuali satu penyakit." Para shahabat bertanya, "Penyakit apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pikun." Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih ¹ ².

Dalil-dalil tersebut mencakup semua penyakit yang terdapat di hati, ruh, dan badan. Ia mencakup semua obat dari tiap-tiap penyakit tersebut.

(lihat Kitab Ad-Dā' wa Ad-Dawā' / Al-Jawāb Al-Kāfi Liman Sa-ala 'an Ad-Dawā-i Asy-Syafī, halaman 4-5)

Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif

  Kekuatan Doa dan Hubungan dengan Allah Sebagai Obat yang Efektif وَقَدْ جَرَّبْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْ هَذَا أُمُورًا كَثِيرَةً، وَرَ...